Sabtu, 10 Juni 2017 00:00 WIB
Teladan Nasionalisme Dalam Tradisi Peh Cun
Teladan Nasionalisme Dalam Tradisi Peh Cun

Awal bulan 5 penanggalan Khongcu Lek adalah waktu bagi perahu-perahu naga di wilayah Kota Tangerang unjuk gigi. Perahu-perahu tersebut dikeluarkan dari penyimpanannya untuk dijadikan tunggangan beradu cepat di lintasan sungai Cisadane sepanjan 500 meter.

Guna menarik perhatian penonton, kepala naga perahu-perahu dihias sedemikian rupa. Ketua Penyelenggara Festival Peh Cun 2017, Oey Tjin Eng menuturkan, tidak kurang dari 16 regu pendayung ikut serta dalam lomba tahunan tersebut. Mereka umumnya, berasal dari etnis Tionghoa di Kota Tangerang, atau lebih dikenal dengan sebutan Cina Benteng.

Konon, dahulu kala hidup seorang Perdana Mentari bernama Qu Yuan. Dia dikenal tangguh dan berpengaruh di negeri Chu, di zaman negara-negara sebelum Tiongkok terbentuk. “Sebagai seorang perdana menteri dia cinta negaranya. Di Peh Cun ada dua peringatan, satu ritual menjaga lingkungan juga cinta negara. NKRI perlu kita jaga, sebagai orang Pancasilais kita inginkan kerukunan,” pungkasnya.




Artikel Terkait


Komentar

Pastikan Google Captcha Sudah Tercentang !!!