Pemerintah Kota Tangerang bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi meluncurkan program 104 Kelurahan Cinta Statistik (Kelurahan Cantik), sebagai langkah strategis memperkuat pembangunan berbasis data, di Ruang Al Amanah, Puspem Kota Tangerang, Selasa (5/5/26).
Diketahui, peluncuran ini sekaligus menjadi momentum persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Tangerang yang akan segera dimulai.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS RI Ateng Hartono menyampaikan, dengan membangun data dari bawah melalui Kelurahan Cantik, kemudian diperkuat dengan pemanfaatan big data dan sistem statistik yang terintegrasi, ia optimis kualitas data di Kota Tangerang akan semakin baik.
Ia melanjutkan, BPS akan segera melaksanakan Sensus Ekonomi 2026, dengan tahapan pendataan lapangan yang dijadwalkan mulai pertengahan Juni hingga Agustus 2026.
“Proses pendataan akan dilakukan secara door to door dengan melibatkan masyarakat lokal yang telah memenuhi persyaratan sebagai petugas sensus,” katanya.
Di tempat sama, Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program statistik nasional. Ia menilai, data yang valid dan akurat merupakan fondasi penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
“Pembangunan harus berbasis data. Oleh karena itu, kami menginstruksikan seluruh jajaran, mulai dari perangkat daerah, camat, lurah hingga RT/RW untuk bersama-sama menyukseskan program Kelurahan Cantik dan Sensus Ekonomi 2026,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Mugiya Wardhany menjelaskan, program Kelurahan Cantik juga didukung melalui kerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), khususnya dalam pemanfaatan big data dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Pengelolaan data hingga tingkat kelurahan sangat penting untuk mengetahui potensi dan permasalahan secara lebih rinci. Dengan data yang akurat, kebijakan yang diambil akan lebih efektif, efisien dan tepat sasaran,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kota Tangerang bersama BPS akan melakukan sosialisasi secara intensif kepada masyarakat terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Masyarakat diimbau untuk berpartisipasi aktif dan tidak ragu memberikan informasi yang dibutuhkan oleh petugas sensus.