Kamis, 23 April 2026
Tangerang, oC

Waspada Modus Penipuan Misi Berbayar di Telegram, Diskominfo Kota Tangerang Minta Warga Jangan Tergiur Cuan Instan

Kamis, 23 April 2026 13:29 WIB
41
Share
(Ilustrasi) Warga mendapat telepon dari nomor tidak dikenal. (Sumber : Diskominfo Kota Tangerang) (ALWAN ARDIANSYAH)

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan kerja sampingan melalui grup Telegram.

Modus yang dikenal dengan skema "Misi Berbayar" ini kerap mencatut nama institusi perbankan ternama untuk meyakinkan korbannya.

Kepala Dinas Kominfo Kota Tangerang Mugiya Wardhany menyatakan, para pelaku kejahatan siber kini semakin lihai dalam memainkan psikologi korban dengan menawarkan keuntungan besar melalui tugas-tugas ringan.

Ia menerangkan, masyarakat dapat mewaspadai modus penipuan yang diawali dengan undangan grup Telegram secara sepihak, pemberian tugas ringan seperti memberikan tanda suka pada konten, hingga pemberian komisi kecil yang sengaja dilakukan penipu untuk mendapatkan kepercayaan korbannya.

“Waspadai jika diminta mentransfer sejumlah uang atau deposit dengan dalih misi besar untuk mendapat keuntungan berlipat, serta perhatikan jika grup tersebut memiliki kontrol ketat di mana hanya admin yang bisa mengirim pesan," terangnya.

Ia mengimbau warga Kota Tangerang, untuk lebih tenang menolak tawaran sejak awal daripada menanggung penyesalan di kemudian hari. Keamanan data dan finansial adalah prioritas utama.

"Jika warga menemukan atau menjadi korban tindak penipuan siber, segera lapor melalui kanal resmi kepolisian atau layanan aduan masyarakat yang tersedia di aplikasi Tangerang LIVE," pungkasnya.

Dinas Kominfo Kota Tangerang memberikan langkah-langkah preventif bagi warga sebagai berikut :
* Abaikan dan Keluar: Jika tiba-tiba diundang ke grup mencurigakan, segera klik "Report Spam and Leave".
* Jangan Transfer: Jangan pernah mengirim uang ke rekening orang tak dikenal dengan alasan mempermudah pencairan hasil kerja.
* Lindungi Data Pribadi: Jangan memberikan data perbankan, PIN, atau kode OTP kepada siapa pun.
* Gunakan Logika: Tawaran kerja yang bisa dilakukan sambil "rebahan" namun menghasilkan jutaan rupiah dalam waktu singkat patut diwaspadai.