Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang kembali menunjukkan komitmennya dalam memeratakan akses literasi ke seluruh lapisan masyarakat.
Kali ini, keceriaan dunia literasi menyapa para anak binaan melalui kegiatan Dunia Literasi Anak (Durian) dan Story Telling yang diselenggarakan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Anak Kelas I Tangerang.
Acara yang berlangsung meriah ini, diikuti oleh 50 peserta yang merupakan anak binaan di Lapas tersebut. Diawali dengan sesi pengenalan pentingnya membaca bagi masa depan, suasana mencair saat DPAD menghadirkan Badut Zorodan Kak Anita. Dengan membawakan cerita-cerita inspiratif melalui metode story telling yang interaktif, para peserta tampak sangat antusias dan terlibat aktif.
Kepala DPAD Kota Tangerang Engkos Zarkasyi mengatakan, program ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Tangerang dalam memeratakan akses literasi ke seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.
"Kami ingin memastikan bahwa keterbatasan ruang gerak tidak menjadi penghalang bagi anak binaan untuk mendapatkan akses pengetahuan. Melalui metode yang menyenangkan seperti mendongeng, kita ingin menumbuhkan kembali rasa ingin tahu dan semangat belajar mereka," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa literasi adalah instrumen penting dalam proses rehabilitasi dan pembinaan karakter.
"Buku adalah jendela dunia. Dengan membaca, mereka bisa melihat peluang masa depan yang lebih baik. Kami berharap kegiatan ini memberikan dampak positif bagi psikologis mereka serta menjadi bekal moral saat nanti kembali ke tengah masyarakat," tambahnya.
Kegiatan ini sekaligus mempertegas peran perpustakaan yang kini tidak lagi hanya sekadar tempat meminjam buku, melainkan pusat kreativitas dan pemberdayaan masyarakat.
DPAD Kota Tangerang berkomitmen untuk terus konsisten melakukan jemput bola melalui berbagai program literasi ke sekolah-sekolah, lingkungan masyarakat, hingga institusi khusus seperti Lapas.