Bank Sampah Meranti yang berlokasi di Kelurahan Buaran Indah, Kota Tangerang, terus menunjukkan tren positif dalam mengatasi permasalahan sampah anorganik di lingkungan masyarakat.
Sejak didirikan pada 2018, bank sampah tersebut berhasil mengelola sekitar 600 hingga 800 kilogram sampah per minggu, atau mencapai kurang lebih 3 ton sampah setiap bulannya untuk disetorkan ke pengepul dan didata ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Ketua Bank Sampah Meranti Arman Effendi mengungkapkan, antusiasme warga terus meningkat dari tahun ke tahun. Sampah anorganik yang dulunya dianggap tidak berharga, kini telah menjelma menjadi sesuatu bernilai ekonomis.
"Awalnya masyarakat malu untuk mengambil sampah di jalan. Alhamdulillah, sekarang bahkan jadi rebutan. Dari malam, subuh, hingga siang warga bergerak mengumpulkan sampah. Kami juga memberikan harga beli yang lebih tinggi di atas rata-rata pengepul keliling demi menjaga semangat warga," ujar Arman.
Saat ini, Bank Sampah Meranti dikelola oleh empat orang pengurus inti serta telah melayani 107 nasabah aktif yang menabung, ditambah sekitar 25 hingga 30 nasabah fluktuatif non-tabungan.
Selain mengumpulkan sampah, Bank Sampah Meranti rutin melakukan penyuluhan di tiga sekolah setiap Sabtu dan berencana menggelar pelatihan daur ulang langsung bagi siswa.
"Melalui edukasi ini, kami mengajak warga untuk belajar memproduksi dan mengolah limbah dari tutup botol menjadi barang bernilai jual," kata Arman.
Apresiasi tinggi datang dari Ketua RW 02, Kelurahan Buaran Indah, Abdul Mian. Ia menegaskan, kehadiran Bank Sampah Meranti sangat meringankan beban pemerintah daerah dalam menanggulangi masalah sampah, sekaligus memberikan pendapatan untuk warga di lingkungan RW 02 dan RW 03 melalui sistem jemput bola.
"Kami dari pengurus RW sangat mendukung penuh. Bank Sampah Meranti tidak hanya membantu menciptakan lingkungan yang bersih dan indah, tetapi juga memberikan penghasilan tambahan bagi warga, baik yang diambil langsung maupun ditabung untuk keperluan mendesak," tutupnya.