Rabu, 5 Agustus 2020 16:23 WIB
Cerita Inspiratif Para Pelaku UMKM di tengah Pandemi
Cerita Inspiratif Para Pelaku UMKM di tengah Pandemi
Cerita Inspiratif Para Pelaku UMKM di tengah Pandemi
Cerita Inspiratif Para Pelaku UMKM di tengah Pandemi
Cerita Inspiratif Para Pelaku UMKM di tengah Pandemi

Pandemi covid-19 masih berlangung hingga saat ini, namun demikian masyarakat berupaya bangkit kembali dengan berbagai upaya dengan dukungan penuh pemerintah. Pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) menggencarkan pemasaran melalui daring kemudian masyarakat mengoptimalkan pekarangan untuk bercocok tanam dalam menghasilkan pangan lokal.

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang baru-baru ini menggencarkan program Tangerang Emas (Ekonomi Masyarakat Sejahtera) berupa pinjaman tanpa agunan dengan proses yang mudah dan tanpa bunga. Progam ini menargetkan pemulihan ekonomi warga khususnya pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dengan plafon pinjaman hingga 2 juta rupiah.

“Dukungan pemulihan ekonomi bagi pelaku UMKM tidak hanya melalui program Tangerang Emas, namun pelatihan pemasaran secara daring juga dilakukan sehingga produknya semakin dikenal luas dan transaksi meningkat,” terang Arief R. Wismansyah Wali Kota Tangerang, Rabu (5/8).

Wali Kota memaparkan, kebutuhan dasar manusia juga diupayakan maksimal terpenuhi melalui program ketahanan pangan dan gizi dengan mendorong warga memanfaatkan pekarangan rumah untuk bercocok tanam sayuran sehingga bisa dikonsumsi untuk pribadi maupun dijual kembali.

Salah satu kelompok wanita tani (KWT) Kenanga di Bugel, Karawaci menanam sayur mayur di luas lahan kurang lebih 150 meter untuk menghasilkan pangan lokal baik untuk di konsumsi sendiri maupun dijual.

Ketua KWT Kenangan Hanifah Bowo menjelaskan ditengah kondisi pandemi program itu dirasakan sangat bermanfaat. Jenis tanaman yang ditanam diantaranya, bayam , terong , bunga kol , cabai , oyong , daun bawang , dan jahe. Dengan delapan anggota, dilakukan pengerjaan tanaman setiap harinya.

"Kami ada 8 anggota, masing-masing ada piket tiap harinya, seminggu sekali ada pertemuan rutin untuk kegiatan bersama seperti menanam atau panen," terangnya.

Untuk hasil berkebun dijual kembali untuk membeli pupuk dan bibit sehingga proses menanam terus berkelanjutan. 


Sementara itu, salah seorang pelaku UMKM dapur Ukhti saat ini bertahan dengan pola pemasaran secara daring dan terbukti efektif untuk perputaran keuangan.

“Penjualan online alhamdulillah meningkat di pandemi saat ini, terutama bulan Ramadan kemarin. Kami saat ini tetap optimis, dan terus konsisten berjualan sesuai jam operasional," terang Devie Fevriena Nugraeni pemilik usaha dapurukhti.

Dikerjakan oleh empat orang, usaha dapur ukhti yang memproduksi cake dan frozen food ini mengakui penjualan dengan daring (online) efektif menjangkau wilayah Jabodetabek.

"Kami pasarkan dengan cara instagram, whatsapp, endorse, iklan, dan promo. Pembeli terjauh kami bahkan ada dari kota Bandung," ucapnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Tata Sukanta pendiri bakso beranak. Berdagang melalui media daring dianggap ampuh, melalui salah satu media sosialnya Instagram dengan akun @baksoberanak_mrjr. 

“Yakin bahwa badai akan berlalu serta rezeki selalu datang tanpa kita tahu dan tentunya tetap berdoa untuk dimudahkan dalam menjalankan usaha,”pungkasnya.




Artikel Terkait


Komentar

Pastikan Google Captcha Sudah Tercentang !!!