Rabu, 27 Maret 2019 00:00 WIB
Kampung Ruh Bunga Batuceper Diresmikan
Kampung Ruh Bunga Batuceper Diresmikan
Kampung Ruh Bunga Batuceper Diresmikan
Kampung Ruh Bunga Batuceper Diresmikan

Kecamatan Batuceper kembali memiliki kampung tematik. Namanya Kampung Ruh Bunga (Rukun, Hijau, Budaya dan Mengaji). Kampung ini terletak di RW 02 Kelurahan Kebon Besar, Kecamatan Batuceper. Selasa (26/3/2019) Kampung Ruh Bunga diresmikan oleh Camat Batuceper, Nurhidayatullah.

Selain camat, peresmian dihadiri oleh unsur muspika seperti Komandan Koramil dan Waka Polsek Batuceper. Nurhidayatullah menyampaikan, Kampung Ruh Bunga merupakan bagian dari Program Kampung Kita yang digagas oleh Pemkot Tangerang yang bertujuan mendorong masyarakat untuk berbenah dan menata lingkungannya agar lebih bersih, asri, hijau dan lestari.

"Diharapkan ketika kampungnya sudah menjadi lebih indah dan hijau maka masyarakat akan menjadi lebih sehat," ujarnya usai peresmian. Nurhidayat menambahkan, hadirnya Kampung Ruh Bunga adalah pertanda mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk membenahi lingkungannya.

"Tadinya boleh dibilang kondisinya masih tidak teratur, tapi kemudian diawali dengan inisiatif dari RT/RW dan lurahnya akhirnya kondisinya bisa seperti ini," ucapnya. Nantinya kata camat, akan terus dilakukan penataan hingga akan semakin maksimal. Sebab bagaimana pun ujarnya membangun kesadaran masyarakat bukanlah perkara gampang.

"Membangun karakter masyarakat yang selama puluhan tahun sudah nyaman dengan kondisinya menuju berubah itu memerlukan waktu. Tetapi saya tetap bergembira karena terus terang saja yang tadinya di sana-sini masih ada tumpukan sampah sekarang sudah menjadi lebih bersih," ujarnya.

Disinggung soal pendampingan dari pihak kecamatan terhadap program kampung yang sudah berjalan di Kecamatan Batuceper, ia mengungkapkan bahwa dalam hal ini pemerintah mengarahkan dan mengajak agar masyarakat mau berubah.

"Pemkot Tangerang sudah sangat berusaha semaksimal mungkin. Sampai-sampai mendatangkan ahlinya dari Glintung, Pak Bambang Irianto (peraih kalpataru). Ini sebagai wujud keseriusan untuk mengubah kampung yang ada," ungkapnya.




Artikel Terkait


Komentar

Pastikan Google Captcha Sudah Tercentang !!!