Rabu, 22 Agustus 2018 00:00 WIB
Ibadah Kurban Bentuk Kepedulian Sosial dan Mempererat Silaturahmi
Ibadah Kurban Bentuk Kepedulian Sosial dan Mempererat Silaturahmi

Gerakan Tangerang Berkurban yang dicanangkan Pemerintah Kota Tangerang sejak awal bulan Juli 2018, bertujuan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam berkurban. Pasalnya, berkurban memiliki makna sebagai kepedulian sosial dan juga peningkatan keimanan seseorang melalui harta yang dikeluarkan.

Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, ibadah qurban adalah pendekatan seorang hamba kepada sang pencipta dengan harta yang dikeluarkan. Sedangkan untuk masyarakat sekitar, berkurban sebagai kepedulian sosial.

Karena, daging yang diberikan tersebut dapat dirasakan warga lainnya sehingga timbul rasa sosial karena saling berbagi. "Ada hubungan horizontal dan vertikal dalam ibadah kurban ini," ujarnya.

Walikota juga menuturkan, proses pemotongan hewan kurban hingga pembagian kepada warga pun memunculkan rasa silaturahmi diantara warga. Hal ini sangat bagus untuk memperkuat persatuan dan kesatuan.

Karena, warga semunya bergotong royong menjadi satu kesatuan dalam satu kegiatan untuk pembagian daging hewan kurban. "Proses silaturahmi juga terbentuk melalui berkurban ini," paparnya.

Sementara itu, berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang, jumlah warga yang berkurban pada tahun 2017 tercatat ada 49.113 orang dengan hewan yang dipotong yakni 1.507 hewan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang Emed Mashuri mengatakan, jumlah lapak pedagang hewan kurban yang ada tahun ini ada 118 lapak. Sedangkan untuk jumlah hewan kurban yang dijual ada 9.105 hewan dengan berbagai jenis.

Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang pun telah membentuk tim yang berjumlah 239 orang dalam pengawasan dan pemeriksaan hewan qurban jelang hari raya Idul Adha.




Artikel Terkait


Komentar

Pastikan Google Captcha Sudah Tercentang !!!