Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bergerak cepat mengantisipasi potensi dampak kekeringan dengan menyiapkan distribusi bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter per hari.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Mahdiar menuturkan, ribuan liter bantuan air bersih tersebut akan didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang wilayahnya mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Saat ini sudah mulai ada pendistribusian air bersih seperti di Kecamatan Pinang serta tidak menutup kemungkinan di sejumlah wilayah lain yang membutuhkan. Kapasitas yang bisa dilakukan sementara ini kurang lebih 5.000 liter per hari untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Mahdiar, Selasa (22/9/26).
Pemkot Tangerang juga melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan.
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan terdapat dua wilayah yang termasuk dalam zona merah (awas), yakni Kecamatan Tangerang dan Kecamatan Benda.
“Kami terus melakukan pemantauan di setiap wilayah sekaligus menyiapkan petugas untuk stand by bila ada permintaan air bersih dari masyarakat. Prinsipnya, bantuan akan langsung didistribusikan ke wilayah yang membutuhkan berdasar laporan yang diterima,” tambahnya.
Selain itu, Pemkot Tangerang mengajak partisipasi masyarakat untuk tidak melakukan pemborosan penggunaan air bersih sekaligus memberikan laporan melalui kanal LAKSA, 112, maupun hotline BPBD Kota Tangerang untuk mendapatkan bantuan air bersih yang dibutuhkan.
“Kami berharap sekali saling bantu antarwarga yang memang masih memiliki sumber air. Tapi jika memang diperlukan bantuan air bersih bisa langsung memberikan laporan untuk diverifikasi dan ditindaklanjuti secepatnya,” pungkasnya.