Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem dan musim hujan. BPBD Kota Tangerang menggelar sosialisasi mitigasi bencana di empat kecamatan rawan, salah satunya Kecamatan Ciledug sebagai titik awal pelaksanaan, Selasa (3/11/26).
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Tangerang Mursiman menjelaskan, langkah antisipasi ini didasarkan pada dokumen Kajian Risiko Bencana Kota Tangerang 2026 hingga 2030 yang memetakan adanya sembilan potensi kerawanan bencana di wilayah Kota Tangerang.
"Dalam waktu dekat kita sudah hampir memasuki musim hujan. Bencana banjir kerap menjadi langganan di beberapa wilayah, seperti Perumahan Puri Kartika, Griya Kencana, hingga Pondok Langka. Antisipasi kami adalah melakukan sosialisasi agar masyarakat lebih tanggap dan siap, serta dilanjutkan dengan simulasi di lapangan," terangnya.
Ia merinci, rangkaian sosialisasi tingkat kecamatan ini menyasar empat wilayah secara berturut-turut, mulai dari Kecamatan Ciledug, disusul Kecamatan Cipondoh, Kecamatan Karang Tengah, serta satu kecamatan lainnya pada pekan depan. Sebelumnya, BPBD Kota Tangerang juga telah masif menjalankan program Kelurahan Tangguh Bencana di 20 kelurahan.
"Memasuki musim hujan, masyarakat kami imbau untuk menggalakkan kerja bakti, membersihkan lingkungan, dan normalisasi saluran. Hasil sosialisasi ini juga harus diteruskan ke tetangga dan pengurus RT/RW agar semua warga kompak dan siap siaga," ucap Mursiman.
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Ciledug Buchori, menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran BPBD yang memberikan edukasi langsung kepada sekitar 70 perwakilan warga dari berbagai kelurahan di Ciledug.
Mengingat karakteristik wilayah Ciledug yang padat penduduk, ancaman seperti banjir maupun kebakaran menjadi fokus yang harus diwaspadai bersama.
"Ini sangat baik dan diterima oleh warga. Mengingat kepadatan penduduk di Ciledug, kita harus siap tanggap berkoordinasi dengan dinas terkait dan rekan-rekan di wilayah untuk mengantisipasi potensi bencana seperti banjir dan kebakaran," ungkap Buchori.
Melalui sinergi yang solid antara pemerintah dan masyarakat, BPBD Kota Tangerang berharap ketangguhan warga di wilayah padat penduduk dapat semakin meningkat, sehingga risiko dan dampak kerugian akibat bencana dapat ditekan seminimal mungkin.