Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat upaya mitigasi menghadapi musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga September 2026. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menetapkan sejumlah wilayah sebagai prioritas pengawasan berdasarkan potensi terdampak kekeringan, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan, hasil kajian hidrometeorologi menjadi dasar dalam menyusun strategi kesiapsiagaan seluruh perangkat daerah dan instansi terkait. Pengawasan difokuskan pada wilayah yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi terhadap kekeringan maupun dampak turunannya, seperti kebakaran.
"Kami terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder agar langkah antisipasi dapat dilakukan sejak dini. Wilayah yang menjadi prioritas akan dipantau secara berkala, baik kondisi ketersediaan air maupun potensi kebakaran," ujar Mahdiar.
Dalam rapat koordinasi, wilayah Kota Tangerang dibagi ke dalam tiga zona pengawasan. Zona pertama meliputi Kecamatan Batuceper, Neglasari dan Cipondoh yang menjadi perhatian utama dalam kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
”Sementara Zona kedua mencakup Kecamatan Jatiuwung dan Cibodas. Adapun Zona ketiga meliputi Kecamatan Pinang, Ciledug dan Karang Tengah,” papar Mahdiar, Selasa (4/8/26).
Selain melakukan pemantauan wilayah, Pemkot Tangerang juga telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi. Unsur TNI melalui Koramil menyiapkan delapan unit mobil tangki air bersih yang siap didistribusikan kepada masyarakat apabila terjadi kekeringan.
Sementara itu, Polres Metro Tangerang Kota menyiagakan 95 personel di seluruh Polsek beserta kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) untuk mendukung penanganan kebakaran.
”Di sektor pelayanan air bersih, Perumda Tirta Benteng memastikan pasokan air bagi masyarakat tetap aman. Saat ini sekitar 99 persen sumber air baku masih mengandalkan Sungai Cisadane. Meski debit air mengalami penurunan sekitar lima persen akibat musim kemarau, kualitas dan ketersediaannya masih mencukupi kebutuhan pelanggan,” jelas Mahdiar.
Sebagai bentuk kesiapan infrastruktur, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang juga menyiapkan 30 unit tandon air yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung distribusi air bersih sekaligus membantu penanganan kebakaran.
”Selain itu, jaringan hydrant di berbagai wilayah terus dipastikan berfungsi optimal untuk mendukung perlindungan permukiman dan fasilitas umum,” katanya.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, Kota Tangerang masih berada dalam periode musim kemarau dengan curah hujan yang diprediksi rendah hingga September 2026.
Fenomena El Nino yang masih aktif turut meningkatkan potensi terjadinya kekeringan meteorologis di sejumlah wilayah, sehingga diperlukan kewaspadaan dari seluruh elemen masyarakat.