Setelah menutup layanan selama dua pekan dalam rangka libur Idulfitri, Bank Sampah Darling membuka kembali seluruh rangkaian operasionalnya. Momentum pembukaan ini sekaligus menjadi upaya antisipasi untuk mengelola lonjakan sampah rumah tangga pascaperayaan Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Berdasarkan data penimbangan hari pertama, total sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai 2,6 ton, yang terdiri dari 2,2 ton sampah anorganik, 330 kg sampah organik dapur (SOD), serta 100 kg sampah residu multi layer plastic (MLP).
Ketua Bank Sampah Darling Sobirin, mengungkapkan rasa syukurnya atas tingginya kesadaran warga yang tetap disiplin memilah sampah selama masa libur Lebaran. Menurutnya, antusiasme warga merupakan kunci keberhasilan pengelolaan sampah di tingkat lingkungan.
"Alhamdulillah, meski sempat libur selama dua pekan, antusiasme warga untuk kembali menyetorkan sampah sangat tinggi. Kehadiran Bank Sampah Darling setelah libur Lebaran ini menjadi krusial untuk mengurai tumpukan sampah sisa konsumsi rumah tangga agar tidak membebani TPA," pungkasnya.
"Saya sangat mengapresiasi warga yang tetap konsisten memilah dari rumah, baik itu sampah organik, anorganik, maupun residu seperti MLP," ujar Sobirin.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa operasional ini juga menjadi ajang pemanasan untuk kembali mengaktifkan program edukasi pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos yang akan segera digencarkan kembali dalam waktu dekat.
"Kami mengajak seluruh nasabah dan warga sekitar untuk segera kembali memanfaatkan layanan penimbangan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Dengan mengelola sampah dari sumbernya, warga telah berkontribusi besar dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan," tutupnya.