Rabu, 11 Maret 2026
Tangerang, oC

Percepat Penanganan Banjir Wilayah Periuk, Pemkot Tangerang Tambah Pompa Portable

Rabu, 11 Maret 2026 14:34 WIB
63
Share
BPBD Kota Tangerang menyiapkan sejumlah pompa portable tambahan untuk dikerahkan ke titik-titik banjir yang melanda wilayah Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Rabu (11/3/26). (Sumber : Diskominfo Kota Tangerang) (ALWAN ARDIANSYAH)

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda wilayah Kecamatan Periuk. Sejak kemarin, sejumlah pompa portable tambahan telah dikerahkan ke titik-titik krusial, termasuk di Situ Bulakan, guna mempercepat penyurutan air yang merendam permukiman warga.

Upaya ini merupakan hasil kolaborasi intensif antara Pemkot Tangerang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD/Damkar), serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane (Kementerian PU).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tangerang Mahdiar mengungkapkan, penggunaan pompa portable menjadi strategi utama untuk membuang air dari Situ Bulakan menuju Kali Cirarab secara lebih masif. Tanpa bantuan pompa tambahan, diperkirakan banjir baru akan surut dalam waktu 5 hingga 6 hari ke depan.

"Kita menambahkan pompa portable agar buangan air dari Situ Bulakan ke arah Cirarab bisa lebih cepat lagi. Hasilnya sangat berdampak, wilayah seperti Alamanda dan Yuta Garden City saat ini kondisinya sudah mulai surut," ujarnya, Rabu (11/03/26).

Ia memerinci, saat ini telah dikerahkan dua unit pompa dari BBWS Ciliwung Cisadane, serta dua unit pompa milik Pemkot Tangerang yang terdiri dari satu unit pompa eksisting dan satu unit pompa mobile dari Dinas PUPR.

Selain itu, direncanakan akan ada tambahan lima hingga enam unit pompa portable susulan untuk memperkuat daya sedot air di lapangan.

"Selain pompanisasi, teman-teman dari PU Kota Tangerang juga melakukan penambalan di beberapa titik yang terlimpas guna mengurangi kebocoran. Kemarin terdeteksi ada empat titik yang kondisinya cukup parah dan langsung kami tangani," ungkapnya.

Pemerintah menargetkan wilayah terdampak, dapat segera kering dalam waktu singkat agar warga bisa segera melakukan pembersihan rumah dan kembali beraktivitas normal, terlebih saat ini memasuki bulan suci Ramadan.

"Harapan kami, seluruh stakeholder terus bergerak agar warga bisa segera kembali ke rumah masing-masing dengan nyaman," tutupnya.