Rabu, 28 Januari 2026
Tangerang, oC

Evaluasi Pascabencana: Pemkot Tangerang Percepat Normalisasi Kali dan Penguatan Turap

Rabu, 28 Januari 2026 16:04 WIB
98
Share
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar (Sumber : Diskominfo Kota Tangerang) (NOVAN NANDA AJITA)

Pasca banjir surut dan masuk masa pemulihan, secara beriringan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penanganan banjir yang terjadi, Rabu (28/1/26).

Evaluasi ini dilakukan sebagai langkah perbaikan ke depan sekaligus memastikan upaya mitigasi banjir semakin optimal, khususnya melalui percepatan normalisasi kali dan penguatan turap di sejumlah titik rawan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi sementara, penanganan banjir di wilayah Kota Tangerang dinilai berjalan cukup baik dan mendapatkan apresiasi dari Gubernur Banten serta sejumlah pemangku kepentingan yang terlibat.

Meski demikian, Pemkot Tangerang menegaskan tetap akan melakukan pembenahan di berbagai sektor, baik dari sisi teknis infrastruktur maupun pola penanganan darurat di lapangan.

”Melalui koordinasi antara BPBD, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta instansi teknis lainnya, Pemkot Tangerang memetakan sejumlah faktor penyebab limpasan air,” papar Mahdiar.

”Diantaranya, sedimentasi sungai dan keterbatasan kapasitas tampung alur kali. Untuk itu, normalisasi kali seperti Kali Ledug dan Kali Sabi menjadi prioritas dalam waktu dekat, disertai penguatan turap di titik-titik yang dinilai rawan limpasan,” tambahnya.

Selain penanganan infrastruktur, evaluasi juga difokuskan pada penguatan sistem penanganan bencana, mulai dari perbaikan standar operasional prosedur (SOP), peningkatan kecepatan komunikasi antarinstansi, hingga penguatan sinergi dengan relawan dan OPD kewilayahan.

”Pemkot Tangerang juga mendorong agar sarana dan prasarana penanggulangan bencana, khususnya peralatan rescue dan pompa air, dapat ditempatkan lebih dekat dengan wilayah rawan banjir guna mempercepat respon awal. Yakni, seperti Periuk dan Ciledug,” tutur Mahdiar.