Langkah strategis dalam memperkuat ekonomi sirkular dan kemandirian ekonomi berbasis lingkungan tengah digalakkan oleh masyarakat di wilayah Barat Kota Tangerang. PT. Polychem Indonesia Tbk memberikan kontribusi signifikan melalui penyerahan bantuan mesin pencacah plastik.
Alat modern ini diperuntukkan bagi Bank Sampah 102 Kelurahan Cibodasari, namun manfaatnya akan meluas ke jaringan Bank Sampah Wilayah Barat, mencakup kecamatan Periuk, Karawaci, dan Jatiuwung.
Bantuan ini hadir sebagai jawaban atas tantangan yang dihadapi sebelumnya, yakni harga jual sampah plastik yang dinilai belum optimal. Kini, botol dan gelas plastik yang dikumpulkan warga tidak lagi dijual dalam bentuk semula.
Sampah tersebut akan diolah terlebih dahulu menjadi cacahan plastik siap pakai oleh industri, yang memiliki nilai jual jauh lebih tinggi.
Ketua Bank Sampah 102, Saifuddin, mengapresiasi dampak positif yang ditimbulkan oleh teknologi sederhana ini. Ia menyoroti peningkatan finansial yang dirasakan oleh operasional bank sampah maupun para nasabahnya.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PT. Polychem Indonesia Tbk atas bantuan alat pencacah ini," ujar Saifuddin. "Selama ini kami hanya menjual botol dan gelas plastik dalam bentuk utuh dengan harga yang relatif standar."
Ia menambahkan, dengan adanya mesin pencacah, sampah plastik dapat diolah menjadi biji plastik yang memiliki nilai jual berlipat ganda, bahkan bisa mencapai dua kali lipat dari harga jual sebelumnya.
Peningkatan nilai ekonomi ini diprediksi akan memicu semangat warga di Cibodasari, Periuk, Karawaci, hingga Jatiuwung untuk lebih rajin memilah sampah dari rumah.
Program ini diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi wilayah lain. Tujuannya adalah mengintegrasikan kepedulian terhadap lingkungan dengan upaya peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Dengan inisiatif ini, wilayah Barat Kota Tangerang kini memantapkan posisinya sebagai garda terdepan dalam pengelolaan sampah plastik yang mandiri dan bernilai ekonomi.