Perjuangan para atlet Kota Tangerang beserta tim pendukungnya di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XII dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) IX Banten 2026 berbuah prestasi membanggakan. Sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan tersebut, Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pemuda dan Olahraga memberikan bonus kepada para atlet dan tim pendukung yang telah mengharumkan nama Kota Tangerang di tingkat Provinsi Banten.
Penghargaan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, dalam acara Pemberian Penghargaan Atlet dan Pelatih Berprestasi Kota Tangerang, Kamis (15/10/2026), di Ruang Rapat Akhlakul Karimah, Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.
Sachrudin menegaskan, penghargaan tersebut bukan semata-mata soal bonus, melainkan bentuk pengakuan atas proses panjang yang dilalui para atlet untuk mencapai prestasi. Di balik setiap medali, terdapat latihan yang disiplin, pengorbanan, semangat untuk terus berkembang, serta keberanian menghadapi tantangan.
“Prestasi tidak diraih secara instan. Ada proses panjang, latihan yang konsisten, kedisiplinan, dan kerja keras yang harus dijalani. Karena itu, pencapaian para atlet hari ini patut kita apresiasi dan banggakan,” ujar Sachrudin.
Ia juga mengingatkan, keberhasilan atlet tidak terlepas dari peran pelatih yang mendampingi proses pembinaan, dukungan keluarga, serta kontribusi berbagai pihak yang ikut membangun iklim olahraga di Kota Tangerang.
“Saya mengucapkan selamat dan terima kasih kepada seluruh atlet dan pelatih yang telah memberikan kemampuan terbaiknya. Jadikan prestasi ini sebagai kebanggaan sekaligus motivasi untuk terus berkembang. Jangan berhenti pada pencapaian hari ini, tetapi terus berjuang untuk meraih prestasi yang lebih tinggi,” pesannya.
Menurut Sachrudin, capaian di Popda dan Peparpeda harus menjadi pijakan untuk memperkuat pembinaan olahraga secara berkelanjutan. Dukungan tidak cukup berhenti pada pemberian penghargaan, tetapi perlu diiringi peningkatan kualitas pelatih, pembinaan atlet yang terarah, serta lingkungan yang memberikan ruang bagi talenta-talenta muda untuk berkembang.
“Kita ingin Kota Tangerang tidak hanya melahirkan juara dalam satu kompetisi, tetapi juga membangun atlet-atlet yang mampu bersaing di tingkat regional, nasional, hingga internasional. Prestasi hari ini harus menjadi awal untuk pencapaian yang lebih besar di masa mendatang,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang, Kaonang, menjelaskan, pengajuan anggaran bonus atlet pada awalnya sebesar Rp12 miliar sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kekurangan anggaran. Namun, setelah dilakukan penyesuaian berdasarkan kebutuhan riil, anggaran yang diperlukan ditetapkan sebesar Rp8.032.500.000 miliar melalui APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026.
Menurutnya, pemberian bonus tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam mengapresiasi perjuangan para atlet, pelatih, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi mengharumkan nama daerah.
“Bonus ini merupakan bentuk penghargaan pemerintah atas kerja keras dan perjuangan para atlet yang telah mengharumkan nama Kota Tangerang. Bonus ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan prestasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, Dinas Pemuda dan Olahraga juga terus mendorong pembinaan olahraga secara berkelanjutan, mulai dari penjaringan bibit atlet potensial, peningkatan kualitas pelatih, hingga penguatan program latihan agar atlet Kota Tangerang mampu bersaing di berbagai ajang olahraga pada masa mendatang.
Adapun bonus diberikan kepada para atlet, pelatih, asisten pelatih, manajer, dan ofisial sebagai apresiasi atas perjuangan mereka dalam mengharumkan nama Kota Tangerang di Popda XII dan Peparpeda IX Banten 2026.
Dalam ajang tersebut, kontingen Kota Tangerang berhasil mengoleksi 296 medali, terdiri atas 266 medali dari 26 cabang olahraga Popda, yakni 106 emas, 75 perak, dan 85 perunggu. Sementara dari empat cabang olahraga Peparpeda, kontingen Kota Tangerang meraih 30 medali, dengan rincian 17 emas, 10 perak, dan tiga perunggu.