Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang kian masif melakukan mitigasi bencana dengan menyasar kalangan pelajar. Melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Damkar Ciledug, petugas mendatangi satu per satu kelas di SMK Bina Bangsa, Kelurahan Parung Serab, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Sabtu (03/10/26).
Dalam kegiatan tersebut, ratusan siswa dibekali pemahaman mengenai langkah keselamatan saat terjadi bencana gempa bumi.
Mereka diajarkan untuk bersembunyi di bawah meja sambil melindungi kepala menggunakan bangku atau tas, lalu menyelamatkan diri ke area terbuka setelah getaran gempa berhenti.
Selain bencana geologi, para siswa juga dibekali pengetahuan penanganan awal kebakaran. Materi yang diberikan mencakup metode tradisional menggunakan kain basah hingga cara modern dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Tak sekadar teori, siswa dan guru berkesempatan langsung mempraktikkan cara memadamkan api yang dipandu oleh petugas pemadam kebakaran.
Petugas UPT Damkar Ciledug, Barasetio, menuturkan edukasi ini bertujuan memberikan bekal penyelamatan diri sedini mungkin kepada para siswa agar terhindar dari risiko bahaya saat bencana terjadi.
"Materi yang diberikan adalah mitigasi bencana gempa bumi dan kebakaran. Sedini mungkin siswa harus mengerti cara menghadapinya, karena musibah dapat terjadi kapan saja. Jika siswa sudah memiliki bekal ilmu yang cukup, insyaallah mereka selamat," ujar Barasetio.
Simulasi kebakaran tradisional juga diajarkan sebagai langkah antisipasi jika terjadi keadaan darurat di rumah tanpa ketersediaan APAR.
"Kami mengajarkan tata cara memadamkan api dengan menggunakan handuk atau selimut basah jika di rumah tidak memiliki APAR," tambahnya.
Langkah edukasi ini mendapat apresiasi positif dari pihak sekolah. Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kesiswaan SMK Bina Bangsa, Puji Astutik, menegaskan materi mitigasi ini sangat aplikatif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun rumah tangga, seperti mengantisipasi kebocoran tabung gas atau potensi kebakaran lainnya.
"Materi yang diajarkan sangat berperan penting. Apabila terjadi sesuatu, anak-anak dan pihak sekolah sudah siap mempraktikkan apa yang disampaikan oleh petugas Damkar. Sebagai bentuk kesiapsiagaan di sekolah, kami juga telah menempatkan tabung APAR di ruang Tata Usaha dan dekat area tangga," kata Puji Astutik.
Edukasi mitigasi kebencanaan ini merupakan bagian dari agenda rutin BPBD Kota Tangerang untuk memberikan pemahaman prabencana, saat bencana, hingga pascabencana kepada seluruh lapisan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, BPBD Kota Tangerang mengimbau pihak sekolah maupun masyarakat umum untuk tidak memelihara kebiasaan membakar sampah sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran besar.
Masyarakat dan instansi pendidikan juga diimbau untuk selalu menyiagakan APAR di tempat-tempat strategis sebagai langkah penanganan awal kebakaran.