Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama para santri di Pondok Pesantren An-Nuqthah, Kecamatan Pinang, Minggu (04/10/2026), menjadi momentum bagi Wali Kota Tangerang H. Sachrudin untuk mengingatkan kembali pentingnya keteladanan dalam membentuk generasi muda.
Menurut Sachrudin, Rasulullah SAW tidak hanya mengajarkan tentang ibadah, tetapi juga memberikan teladan dalam bersikap, berbicara, memperlakukan sesama, dan menjalani kehidupan dengan akhlak yang mulia.
“Maulid Nabi selalu mengingatkan kita pada satu hal yang mendasar, yaitu keteladanan. Rasulullah SAW mengajarkan bukan hanya bagaimana kita beribadah, tetapi juga bagaimana kita bersikap, berbicara, menghargai sesama, dan menjalani kehidupan dengan akhlak yang baik,” ujar Sachrudin.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut penting ditanamkan sejak dini agar pendidikan tidak berhenti pada pencapaian akademik. Generasi muda juga perlu tumbuh dengan karakter yang kuat, memiliki kepedulian, menghormati orang lain, serta mampu memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
“Anak-anak kita tidak cukup hanya dibekali ilmu. Mereka juga harus memiliki akhlak, kepedulian, tanggung jawab, dan kemandirian. Karena ilmu akan semakin berarti ketika digunakan untuk kebaikan,” katanya.
Dalam konteks tersebut, Sachrudin, menyebut pesantren memiliki peran penting. Selain menjadi tempat menimba ilmu agama dan pengetahuan, pesantren juga menjadi ruang bagi para santri untuk belajar disiplin, hidup mandiri, menghargai sesama, dan membangun kebersamaan.
“Pesantren bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat membentuk karakter. Di sini para santri belajar ilmu sekaligus belajar menjalani kehidupan,” tutur Sachrudin.
Pada kesempatan tersebut, Sachrudin, juga menandatangani prasasti gedung baru di Pondok Pesantren An-Nuqthah yang diberi nama Gedung Mutawasitthah.
Ia berharap gedung tersebut tidak sekadar menambah fasilitas pendidikan, tetapi menjadi bagian dari proses panjang para santri dalam menyiapkan masa depan.
“Semoga gedung ini tidak hanya menjadi bangunan baru, tetapi menjadi ruang tumbuh bagi para santri. Tempat ilmu dipelajari, karakter dibentuk, dan cita-cita ditanamkan. Dari tempat ini, mudah-mudahan lahir generasi yang sukses untuk dirinya, sekaligus bermanfaat bagi agama, masyarakat, bangsa, dan negara,” harapnya.
Menutup sambutannya, Sachrudin mengajak seluruh pihak menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum untuk kembali menghadirkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Jadikan Maulid Nabi sebagai momentum untuk menghidupkan kembali keteladanan Rasulullah SAW dalam keseharian. Dan jadikan gedung ini sebagai bagian dari perjalanan dalam menyiapkan generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan bermanfaat bagi sesama,” pungkasnya.