Sabtu, 18 Juli 2026
Tangerang, oC

Menilik Asal-Usul Sukaasih dan Sejarah Berdirinya Masjid Raya Al-A'zhom Kota Tangerang

Jumat, 17 Juli 2026 15:47 WIB
74
Share
Kantor Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Provinsi Banten (Sumber : Diskominfo Kota Tangerang) (NOVAN NANDA AJITA)

Buku "Melacak Asal Muasal Kampung di Kota Tangerang" karya Burhanudin menyajikan dokumentasi historis bernilai tinggi mengenai transisi dramatis wilayah Tangerang. Melalui penelusuran sejarah lokal yang mendalam, buku ini mengungkap bagaimana sebuah kawasan pinggiran yang dulunya sunyi kini menjelma menjadi pusat pemerintahan modern dan simbol spiritual megah melalui kehadiran Masjid Raya Al-A'zhom.

Berdasarkan penuturan tokoh sepuh KH. Edi Djunaedi dalam buku tersebut, nama-nama wilayah seperti Sukaasih, Sukasari, Sukabakti dan Sukarasa merupakan nama-nama baru yang lahir pada masa kepemimpinan Bupati Tangerang Amin Abdullah (menjabat sekitar tahun 1952–1955). Sebelum dekade 1950-an, kawasan Sukaasih tidak dikenal dalam peta administratif maupun percakapan warga.

"Di zaman kolonial Belanda, letak Sukaasih berada di luar kota. Dulu Sukaasih, Sukarasa, kavling dulunya kebon singkong, kepunyaan LP (Lembaga Pemasyarakatan), yang sekarang Masjid Raya Al-A’zhom dahulunya adalah kandang kerbau, ratusan kerbau," ungkapnya.

Berdasarkan sejarah lokal tersebut, Masjid Raya Al-A'zhom yang berdiri di lahan seluas 2,25 hektare dengan daya tampung 15 ribu jemaah merupakan ikon kemajuan kota. Rumah ibadah ini rampung dalam waktu enam tahun sejak peletakan batu pertama pada Juli 1997 hingga diresmikan pada Februari 2003.

Selain ruang ibadah yang luas (bangunan utama 5.775 m²), masjid ini dilengkapi dengan empat menara tinggi di setiap sisinya, tempat wudu khusus, ruang mihrab, ruang pengkajian, perpustakaan, kantor dan area parkir dengan luas 14.000 m².

Buku karya Burhanudin ini berhasil mendokumentasikan memori kolektif lokal. Karya literatur ini menjadi rujukan penting bagi masyarakat untuk memahami identitas historis serta menghargai proses panjang perkembangan peradaban Kota Tangerang dari masa ke masa.