Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax menjadi perhatian banyak masyarakat, termasuk dalam mengatur pengeluaran harian.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengajak masyarakat untuk memanfaatkan transportasi umum yang tersedia, seperti Bus Tayo dan Angkot Si Benteng, sebagai alternatif mobilitas yang lebih hemat hanya dengan Rp2 ribu saja.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang, Achmad Suhaely mengatakan penggunaan transportasi umum tidak hanya dapat membantu masyarakat menekan biaya transportasi, tetapi juga mendukung upaya mengurangi kemacetan di jalan raya.
"Di tengah adanya penyesuaian harga BBM, kami mengajak masyarakat untuk mulai beralih menggunakan transportasi umum yang telah disediakan Pemkot Tangerang," ajak Suhaely, Minggu (14/6/26).
"Selain lebih terjangkau, layanan Bus Tayo dan Angkot Si Benteng juga terus kami tingkatkan dari sisi kenyamanan dan aksesibilitas," tambahnya.
Bus Tayo saat ini melayani empat koridor strategis yang menghubungkan berbagai kawasan di Kota Tangerang. Sementara itu, Angkot Si Benteng hadir sebagai moda transportasi pengumpan (feeder) yang menjangkau wilayah permukiman hingga terintegrasi dengan simpul transportasi lainnya.
Pemkot Tangerang berharap, semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan transportasi umum sebagai bagian dari perubahan pola mobilitas sehari-hari.
"Selain membantu mengurangi beban pengeluaran akibat kenaikan BBM, penggunaan angkutan umum juga berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan perkotaan yang lebih tertib dan berkelanjutan," katanya.
Ia pun mengimbau, masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas transportasi publik yang ada. Dengan menggunakan Bus Tayo maupun Angkot Si Benteng, masyarakat bisa bepergian dengan aman, nyaman, sekaligus lebih hemat.
"Melalui pemanfaatan transportasi umum, Pemkot Tangerang optimistis masyarakat dapat tetap beraktivitas secara produktif tanpa harus terbebani dengan meningkatnya biaya perjalanan di tengah dinamika harga BBM saat ini," tutupnya.