Kota Tangerang menyimpan kekayaan sejarah lokal yang mendalam, salah satunya tersaji dalam catatan Burhanudin melalui bukunya yang berjudul "Melacak Asal Muasal Kampung di Kota Tangerang".
Dalam catatannya, wilayah Kelurahan Periuk Jaya di Kecamatan Periuk terungkap memiliki rekam jejak historis yang unik. Mulai dari pusat kerajinan tradisional hingga menjadi magnet wisata religi melalui kehadiran Masjid Pintu Seribu.
Secara administratif, Periuk Jaya merupakan hasil pemekaran dari Kelurahan Periuk yang secara resmi terbentuk berdasarkan amanat Perda Nomor 16 Tahun 2000. Nama 'Periuk' sendiri memiliki keterkaitan erat dengan identitas wilayah tersebut, sebagai kampung dengan kerajinan gerabah yang sempat tumbuh pesat di masa lalu.
Sementara itu, penyematan kata "Jaya" berfungsi sebagai pembeda dari kelurahan induk sekaligus simbol doa agar wilayah ini membawa kejayaan bagi pemerintah dan masyarakatnya pascapemekaran.
"Ada dua kemungkinan penamaaan bayur sebagai nama kampung. Pertama, dimungkinkan bahwa di daerah ini dahulunya banyak pohon bayur yang banyak digunakan orang untuk mendirikan rumah. Kemungkinan kedua, di sini menjadi tempat penimbunan kayu bayur sebelum dibawa ke Batavia melalui Sungai Cisadane," terangnya.
Selain itu, kekayaan sejarah Periuk Jaya semakin lengkap dengan keberadaan Masjid Pintu Seribu Nurul Yaqin. Dibangun sejak tahun 1978 oleh Al-Faqir (warga keturunan Arab) di atas lahan seluas satu hektare, masjid ini memiliki keunikan tanpa rancangan gambar bangunan formal.
"Masjid yang katanya memiliki seribu pintu ini, terletak di RT 01, RW 03, Kampung Bayur, Periuk Jaya. Ruangan dalam masjid ini, tampak layaknya musala karena ruangannya memiliki sekat-sekat," kata Burhanudin.
"Ada sebuah ruangan khusus yang digunakan untuk yang ingin beristikamah sepanjang malam, yaitu ruang tasbih. Di dalam ruang tasbih terdapat tasbih berukuran besar yang terbuat dari kayu dan terpajang di salah satu sudut ruang berteralis besi jumlahnya 99 butir, berdiameter 10 sentimeter dan tertulis Asmaul Husna. Konon, tasbih tersebut merupakan tasbih terbesar di Indonesia," tambahnya.
Sejarah panjang dari industri gerabah hingga berdirinya Masjid Pintu Seribu menjadikan Kelurahan Periuk Jaya sebagai salah satu aset berharga di Kota Tangerang yang layak menjadi destinasi wisata edukasi dan religi bagi masyarakat luas.