Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menggelar pelatihan peningkatan kompetensi bagi 30 personel penyelamat wisata air (lifeguard).
Memasuki hari kedua pelaksanaan, kegiatan ini difokuskan pada praktik lapangan sebelum menjalani proses sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) di Yonif 203 Arya Kemuning Jatiuwung, Kamis (23/4/26).
Kepala Tim Pengawasan dan Pengendalian Jasa Usaha Kepariwisataan Disbudpar Kota Tangerang Ahmad Yani menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam memitigasi risiko di lokasi wisata.
"Hari ini adalah hari kedua pelaksanaan pelatihan lifeguard bagi tim penyelamat wisata di Kota Tangerang. Tujuannya adalah menjalankan fungsi kami selaku pembina jasa usaha pariwisata," terangnya.
Mengingat Kota Tangerang memiliki banyak wisata air, mulai dari kolam renang di restoran, perumahan, hingga waterboom, keberadaan tim penyelamat yang kompeten sangat mutlak diperlukan untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Ahmad.
"Malam ini dan besok kita akan langsung masuk ke kegiatan sertifikasi yang dilakukan oleh BNSP dari LSP Pariwisata. Kami berharap 30 peserta yang berasal dari berbagai usaha kolam renang dan tirta di Kota Tangerang ini bisa menyerap ilmu dengan baik dan lulus 100%," pungkasnya.
Selain itu, Master Instruktur Pelatihan Lifeguard Ade Ervin menjelaskan, kegiatan ini menggunakan pendekatan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK).
"Lifeguard atau Pemandu Keselamatan Wisata Tirta memerlukan tiga aspek utama: keahlian (skill), pengetahuan (knowledge), dan pengakuan resmi dari pemerintah. Melalui dukungan Disbudpar Kota Tangerang, para peserta kini berkesempatan memiliki sertifikat profesi yang diakui secara nasional oleh BNSP," paparnya.
Dengan adanya tenaga lifeguard yang tersertifikasi, para pengelola usaha pariwisata di Kota Tangerang diharapkan dapat memenuhi kewajiban mandatori pemerintah sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap keamanan destinasi wisata lokal.