Rabu, 11 Maret 2026
Tangerang, oC

Warga Kecamatan Periuk Apresiasi Gerak Cepat Pemkot Tangerang Atasi Banjir

Rabu, 11 Maret 2026 15:39 WIB
96
Share
Ketua RT 03 Perum Periuk Damai Yayan Haryani. (Sumber : Diskominfo Kota Tangerang) (ALWAN ARDIANSYAH)

Di tengah perjuangan menghadapi banjir akibat tanggul jebol, para pengungsi memberikan apresiasi atas gerak cepat petugas gabungan Pemerintah Kota Tangerang atasi banjir.

Para pengungsi di Masjid Al-Jihad, Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk, merasa terbantu dengan adanya dapur umum untuk buka puasa dan sahur. Serta layanan kesehatan gratis dari puskesmas yang siaga setiap hari, dirasa sangat membantu.

Eli Marlina, warga RW 08 yang telah menetap sejak 1988, menceritakan detik-detik mencekam saat air masuk. Meskipun sedang diuji banjir di tengah bulan Ramadan ini, ia sangat berterima kasih atas kesigapan Pemkot Tangerang.

"Alhamdulillah, urusan makan untuk buka puasa dan sahur di pengungsian Masjid Al-Jihad selalu terjamin melalui dapur umum. Petugas puskesmas juga setiap hari siaga melakukan pemeriksaan kesehatan gratis, bahkan sangat cepat membantu warga yang sempat pingsan," paparnya.

"Harapan kami sekarang, semoga pompanisasi ini terus dimaksimalkan agar air cepat surut dan kami bisa segera pulang ke rumah," sambung Eli.

Hal senada disampaikan oleh Yayan Haryani, selaku Ketua RT 03, RW 08. Ia mengapresiasi langkah cepat petugas kesehatan yang siaga 24 jam.

"Layanan kesehatan gratis dari puskesmas sangat membantu. Kemarin bahkan ada warga yang pingsan dan langsung sigap dievakuasi ke rumah sakit," kata Yayan.

"Kalau bisa memang cepat disedot airnya supaya kami cepat pulang. Sebentar lagi Lebaran, kami ingin mempersiapkan rumah, bersih-bersih, dan masak ketupat di dapur sendiri. Kami tidak mungkin terus di pengungsian saat hari kemenangan nanti," harap Eli.

Saat ini, Pemkot Tangerang terus mengoptimalkan pengerahan pompa-pompa air untuk menyedot genangan di wilayah Periuk Damai.

Selain fokus pada pompanisasi, perbaikan tanggul yang jebol juga menjadi prioritas utama agar luapan air tidak kembali memasuki pemukiman warga.