Sabtu, 07 Maret 2026
Tangerang, oC

Bangun Karakter Gen Z, Masjid Raya Al-A’zhom Gelar Pesantren Kilat Ramadan

Jumat, 06 Maret 2026 17:35 WIB
33
Share
Ketua Pelaksana Pesantren Kilat Ramadan Akhmad Sujai (Sumber : Dinas Kominfo Kota Tangerang) (ALWAN ARDIANSYAH)

Masjid Raya Al-A’zhom kembali menegaskan perannya bukan sekadar tempat ibadah, melainkan pusat peradaban dan pengembangan generasi muda.

Melalui program Pesantren Kilat Ramadan, Masjid Raya Al-A’zhom mengajak ratusan pelajar tingkat SLTA (SMA/SMK/MA) untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan yang lebih bermakna daripada sekadar "rebahan" selama bulan suci.

Kegiatan ini berlangsung intensif selama tiga hari, dimulai dari Jumat (5/3/2026) hingga Minggu (8/3/26). Meskipun pelaksanaannya berbarengan dengan jadwal ujian sekolah (UTS) dan tugas Try Out siswa, antusiasme peserta tetap terjaga sejak pembukaan pada Jumat sore.

Ketua Pelaksana Pesantren Kilat Ramadan Akhmad Sujai mengungkapkan, momentum Ramadan ini diharapkan menjadi titik balik bagi anak muda untuk kembali mencintai masjid di tengah hiruk-pikuk kesibukan akademik.

“Harapan kita, dakwah Islam dan perkembangan negara ini dimulai dari masjid. Rasulullah pun saat hijrah membangun masjid terlebih dahulu. Dari masjidlah lahir generasi hebat yang memiliki akhlak dalam berpolitik, berkarya, dan berpendidikan,” ujarnya.

Ia menekankan, program ini dirancang dengan konsep yang ramah anak muda namun tetap berbobot.

Selain menanamkan nilai-nilai religius fundamental, kurikulum pesantren ini turut mencakup isu-isu strategis bagi generasi muda.

Mulai dari ketahanan pemikiran hingga pengembangan jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan yang relevan dengan tantangan zaman.

"Kami menghadirkan narasumber yang relevan dengan jiwa muda, termasuk tokoh inspiratif seperti Wirda Mansur. Tujuannya guna memastikan pesan-pesan ke-Islaman tersampaikan dengan cara yang menarik dan tidak kaku, sehingga Islam dipahami sebagai agama yang friendly, ramah dan ringan namun tetap memiliki bobot kualitas yang menarik bagi Gen Z," jelasnya.

Salah satu peserta, Khotimah Wati dari Kampung Baru Kecamatan Karawaci, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi pengingat pentingnya adab di era digital.

“Banyak dari kita yang lisannya tidak terjaga atau pandangannya terumbar. Di sini kita ditata kembali, disadarkan bahwa sebagai perempuan kita harus punya rasa malu dan adab sesuai aturan Allah. Jadilah perempuan yang punya value dengan ilmu,” tuturnya.

"Melalui kajian ini, kita ditata kembali dan disadarkan bahwa sebagai perempuan, kita harus punya rasa malu dan adab sesuai aturan Allah. Kita harus punya value dengan ilmu, jadi harus ikut kegiatan ini sampai selesai untuk upgrade diri," tegasnya.