Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, mengajak mahasiswa dan organisasi kepemudaan untuk mengambil peran aktif dalam memperkuat kualitas pendidikan dan perlindungan anak. Menurutnya, generasi muda tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek penting dalam menciptakan perubahan.
Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Seminar Nasional Pendidikan Anak yang digelar oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) di Gedung MUI Kota Tangerang, Rabu (04/02/2026).
“Mahasiswa harus hadir sebagai agen perubahan. Bangsa ini membutuhkan peran nyata generasi muda dalam mendampingi, melindungi, dan mengembangkan potensi anak,” ujar Maryono.
Ia menilai, inisiatif PMII bersama LPAI merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran kolektif terkait pentingnya pendidikan anak yang aman, inklusif, dan berkelanjutan. Kehadiran psikolog anak sekaligus Ketua LPAI, Seto Mulyadi (Kak Seto), turut memperkaya perspektif dalam upaya perlindungan hak anak.
Maryono menegaskan, kolaborasi antara pemerintah, mahasiswa, dan lembaga perlindungan anak menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi Kota Tangerang yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
Di akhir sambutannya, ia berharap seminar nasional ini dapat menjadi titik awal lahirnya gerakan konkret yang digagas dan dijalankan oleh generasi muda untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak.
“Semoga kegiatan ini melahirkan aksi nyata yang berkelanjutan demi masa depan anak-anak Kota Tangerang,” pungkasnya.