Gubernur Banten Andra Soni bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang, didampingi pimpinan serta anggota DPRD Kota Tangerang, melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak banjir di Kecamatan Periuk, Sabtu (24/1/26).
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan penanganan pengungsi berjalan optimal, mulai dari aspek kesehatan hingga pemenuhan logistik.
Dalam tinjauan tersebut, rombongan mendatangi dapur umum yang dikelola oleh relawan Tagana Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang. Gubernur bersama kepala daerah bahkan turut mencicipi menu makanan yang disediakan untuk para pengungsi guna memastikan kelayakan dan gizinya.
"Alhamdulillah, makanan dikelola dengan baik dan terjamin higienisnya. Saya pastikan tadi makanannya sangat layak, rasanya sama dengan yang kami makan, sehat dan bergizi untuk warga," ujarnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ditemukan beberapa titik krusial, termasuk adanya aliran air yang terhambat oleh bangunan yang tidak semestinya di bantaran sungai, serta kondisi tanggul yang perlu dievaluasi.
Sebagai tindak lanjut, Gubernur menginstruksikan koordinasi teknis yang akan digelar pada Senin mendatang. Pertemuan tersebut direncanakan melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai (C2 dan C3), Pemerintah Kota Tangerang serta Pemerintah Kabupaten Tangerang.
"Hari Senin kita koordinasi teknis. Kita akan evaluasi siapa mengerjakan apa. Ada beberapa eksekusi yang sempat tertunda karena faktor cuaca ekstrem dan hidrotermologi, namun komitmen kita adalah mencari solusi jangka panjang agar banjir tidak terus berulang," tegasnya.
Wali Kota Tangerang Sachrudin menyampaikan, apresiasinya atas kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kota. Ia menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah tetap dalam status siaga sesuai instruksi BMKG.
"Pemkot Tangerang terus bersiaga. Selain makanan siap saji yang menunya berganti setiap hari, seperti nasi goreng, ayam goreng, tempe, dan tahu), kami juga menyiagakan posko kesehatan di setiap titik pengungsian," jelasnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Acep Wahyudi melaporkan, bahwa bantuan logistik telah didistribusikan secara bertahap.
"Seperti hari ini, tadi pagi kita kirimkan 1.000 porsi nasi goreng telur, lalu ada menu ayam goreng dengan tempe dan tahu. Kami pastikan kadar karbohidrat, tingkat protein, dan higienisnya terjaga untuk para pengungsi," tutupnya.