Jumat, 30 Januari 2026
Tangerang, oC

Hindari Jeratan Love Scamming, Diskominfo Kota Tangerang Minta Warga Lakukan 5 Hal Ini

Kamis, 29 Januari 2026 17:39 WIB
89
Share
(Ilustrasi )Warga Kota Tangerang menggunakan aplikasi dating app (Sumber : Dinas Kominfo Kota Tangerang) (MUHAMMAD FIRDAUS SULAIMAN)

Ruang digital kini tidak hanya menjadi tempat bersosialisasi, namun juga menjadi ladang bagi para pelaku kriminal siber untuk melancarkan aksi love scamming. Menanggapi keresahan masyarakat, Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika membagikan 'jurus jitu' guna membentengi warga dari jeratan penipuan berkedok asmara tersebut.

Kepala Diskominfo Kota Tangerang Mugiya Wardhany mengungkapkan, bahwa modus ini sangat berbahaya karena menyerang sisi psikologis korban. Pelaku tidak hanya mengincar harta, tetapi juga memanipulasi perasaan korban melalui hubungan romantis palsu yang dibangun dalam waktu cukup lama.

"Para pelaku love scamming biasanya adalah manipulator. Mereka membangun kepercayaan korban dengan janji manis dan perhatian yang intens, namun pada akhirnya tujuannya adalah pemerasan atau pencurian data pribadi," ujar Mugiya.

Ia mengimbau, untuk tidak ragu melaporkan jika mencurigai adanya indikasi penipuan. Pelaporan dapat dilakukan melalui kanal resmi seperti aplikasi Tangerang LIVE pada fitur LAKSA atau menghubungi layanan Call Center 112.

"Kami ingin warga Kota Tangerang menjadi masyarakat yang literat secara digital. Dengan kewaspadaan tinggi, kita bisa bersama-sama memutus rantai kejahatan siber di kota kita tercinta," pungkasnya.

Berikut Lima Jurus Jitu Tangkal Love Scamming

Untuk meminimalisir jatuhnya korban baru, Diskominfo Kota Tangerang merumuskan panduan praktis yang dapat diterapkan oleh masyarakat saat berkenalan dengan orang baru di dunia maya:
1. Verifikasi dengan Teknologi: Jangan langsung percaya pada foto profil yang menawan. Gunakan fitur reverse image search di mesin pencari untuk memastikan foto tersebut bukan milik orang lain atau hasil curian dari internet.
2. Uji Konsistensi Komunikasi: Penipu biasanya enggan diajak melakukan panggilan video (video call) secara langsung dengan alasan kamera rusak atau jaringan buruk. Jika mereka setuju, perhatikan apakah wajah mereka benar-benar sinkron dengan gerakan mulut dan suara, untuk menghindari penggunaan rekaman video palsu.
3. Bentengi Data Rahasia: Jangan pernah memberikan data sensitif seperti NIK, alamat rumah, hingga foto atau video pribadi kepada teman kencan daring. Data ini sering digunakan pelaku untuk mengancam atau melakukan pemerasan (sextortion).
4. Abaikan Rayuan Terkait Finansial: Ini adalah tanda bahaya utama. Segera putuskan komunikasi jika orang tersebut mulai bercerita tentang kesulitan keuangan, biaya rumah sakit, atau meminta bantuan biaya administrasi pengiriman hadiah dari luar negeri.
5. Logika di Atas Perasaan: Tetap gunakan rasio saat menjalin hubungan daring. Cinta tidak seharusnya dimulai dengan permintaan transfer uang. Jika logikanya sudah tidak masuk akal, segera menjauh.