Pemerintah Kota Tangerang mengimbau seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit leptospirosis, terutama saat musim hujan dan banjir seperti saat ini.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni menjelaskan, leptospirosis adalah penyakit yang ditularkan melalui air yang terkontaminasi urine hewan, khususnya tikus, dan dapat menimbulkan gejala serius jika tidak ditangani dengan cepat.
“Musim hujan dan banjir meningkatkan risiko penularan leptospirosis karena genangan air yang tercemar dapat menjadi media penyebaran bakteri penyebab penyakit ini. Kami mengimbau warga untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak langsung dengan air banjir,” imbau dr. Dini, Kamis (22/1/26).
Ia menambahkan, bahwa pihak pemerintah akan terus melakukan penyuluhan dan penyemprotan disinfektan di lokasi-lokasi rawan banjir untuk menekan risiko penyebaran leptospirosis.
”Jika ada genangan atau banjir, kami imbau masyarakat untuk menjaga kesehatan diri. Bukan malah main banjir-banjiran, karena itu membahayakan untuk kesehatan jangka panjang,” katanya.
Beberapa langkah pencegahan yang disarankan oleh Dinas Kesehatan antara lain:
• Menggunakan sepatu atau pelindung kaki saat melewati genangan air banjir.
• Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan dari sampah yang dapat menjadi sarang tikus.
• Mencuci tangan dengan sabun setelah kontak dengan air atau tanah yang mungkin terkontaminasi.
• Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala seperti demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, atau muntah.