Jumat, 06 Maret 2026
Tangerang, oC

Siklus Penyakit Campak dari Infeksi hingga Pemulihan, Warga Kota Tangerang Perlu Waspada

Jumat, 06 Maret 2026 11:07 WIB
54
Share
Petugas Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang melakukan proses penyuntikan vaksin kepada balita. (Sumber : Dinas Kesehatan Kota Tangerang) (ZIDAN FEBRIANSYAH)

Penyakit campak masih menjadi perhatian di berbagai daerah, termasuk di Kota Tangerang. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan mengenali siklus penyakit campak sejak awal infeksi hingga masa pemulihan.

“Hal ini, agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan penularan dapat dicegah,” tutur dr. Dini, Jumat (6/3/26).

1. Fase Awal: virus masuk tanpa gejala (hari 0-10)
Siklus campak dimulai ketika virus masuk ke dalam tubuh melalui percikan droplet dari batuk atau bersin penderita. Virus tersebut masuk melalui saluran pernapasan dan menempel pada sel-sel imun di area hidung serta tenggorokan.

Pada tahap awal ini, biasanya tidak ada gejala yang muncul meskipun virus sudah mulai berkembang biak di dalam tubuh.

Dalam beberapa hari berikutnya, virus mulai menyebar melalui aliran darah ke berbagai organ seperti kelenjar getah bening, limpa, sumsum tulang, hingga saluran pernapasan. Masa inkubasi campak umumnya berlangsung sekitar 10 hingga 14 hari, bahkan bisa mencapai 21 hari.

2. Fase prodromal: gejala awal mulai muncul (hari 10–14)
Memasuki fase berikutnya, gejala awal mulai muncul seperti demam tinggi yang bisa mencapai 40 derajat celsius, batuk, pilek, serta mata merah dan berair. Tiga gejala tersebut dikenal sebagai “3C”, yaitu cough, coryza, dan conjunctivitis.

Pada fase ini juga dapat muncul bercak putih kecil di dalam mulut yang disebut Koplik spots, yang menjadi salah satu tanda khas penyakit campak.

3. Fase ruam: gejala memuncak (hari 14–18)
Sekitar dua minggu setelah infeksi, ruam merah mulai muncul yang biasanya diawali dari belakang telinga dan garis rambut, lalu menyebar ke wajah, leher, tubuh hingga kaki dalam beberapa hari.

Pada fase ini, gejala penyakit berada pada titik puncak dan penderita biasanya merasa sangat lemas serta demam dapat kembali meningkat.

Pada sebagian kasus, terutama pada anak dengan daya tahan tubuh lemah atau kekurangan vitamin A, campak dapat menimbulkan komplikasi seperti pneumonia, diare berat, hingga radang otak atau ensefalitis.

4. Fase pemulihan: tubuh mengalahkan virus (hari 18 dan seterusnya)
Setelah ruam mencapai puncaknya, warna ruam biasanya berubah menjadi kecokelatan, kemudian memudar secara bertahap disertai pengelupasan ringan pada kulit.

Pada fase ini tubuh mulai membentuk antibodi untuk melawan virus hingga akhirnya penderita dapat pulih secara bertahap dalam beberapa minggu.

Meski sebagian besar penderita dapat sembuh dengan sendirinya, masyarakat Kota Tangerang tetap diimbau untuk melakukan langkah pencegahan, salah satunya melalui vaksinasi MMR serta menjaga daya tahan tubuh.