Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan, perlindungan anak, serta pengendalian penduduk melalui berbagai strategi kerja tahun 2026 yang terintegrasi dan kolaboratif.
Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang Tihar Sopian menyampaikan, pada tahun 2026, DP3AP2KB akan melaksanakan sejumlah program prioritas, sebagai berikut;
1. Pemberdayaan dan Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan
Dalam bidang pemberdayaan perempuan, DP3AP2KB akan melanjutkan program Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKHP) yang menyasar aspek ekonomi, sosial dan budaya. Program ini dilaksanakan melalui berbagai kegiatan pembinaan dan pelatihan keterampilan ekonomi produktif bagi perempuan di seluruh kecamatan.
“Kegiatan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan berbagai mitra, seperti Gabungan Organisasi Wanita (GOW), PKK dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Tangerang, dengan harapan mampu mendorong kemandirian ekonomi perempuan serta meningkatkan kesejahteraan keluarga,” papar Tihar.
2. Perlindungan Perempuan dan Anak Terintegrasi
Di bidang perlindungan perempuan dan anak, DP3AP2KB terus mengoptimalkan layanan perlindungan melalui aplikasi Silacak Perak sebagai sarana pelaporan cepat dan mudah bagi masyarakat.
Selain layanan daring, kata Tihar, DP3AP2KB juga memperkuat layanan luring melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) dan UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) yang memberikan layanan pendampingan, konseling, serta penanganan kasus secara 24 jam.
“Layanan Puspaga juga akan terus dihadirkan dalam berbagai kegiatan publik seperti car free day dan festival kota untuk menjangkau masyarakat lebih luas,” katanya.
3. Penguatan Anak, Remaja dan Keluarga
Program Generasi Berencana (GenRe) tetap menjadi salah satu fokus utama dalam membekali remaja dan pemuda agar siap menghadapi kehidupan berkeluarga, mulai dari kesehatan reproduksi, kesehatan mental, hingga perencanaan masa depan.
DP3P2KB juga melanjutkan pembinaan Forum Anak Kota Tangerang yang melibatkan anak-anak usia 0–17 tahun hingga tingkat nasional.
“Selain itu, Sekolah Lansia akan tetap dilaksanakan pada tahun 2026 dengan target peserta sebanyak 309 orang, sebagai upaya pemberdayaan masyarakat lanjut usia agar tetap aktif, sehat dan mandiri,” jelas Tihar.
“DP3P2KB juga melanjutkan program Sekolah Ayah, yang menekankan pentingnya peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak sebagai tanggung jawab bersama dalam keluarga,” tambahnya.
4. Pengendalian Penduduk dan Ketahanan Keluarga
Dalam upaya pengendalian penduduk, DP3AP2KB Kota Tangerang terus berkoordinasi dengan lintas OPD, fasilitas kesehatan dan klinik mandiri. Capaian pengendalian penduduk tahun 2025 yang mencapai 172 persen dari target, menjadi dasar optimisme untuk memperkuat kualitas keluarga dan mencegah permasalahan seperti stunting.
5. Kolaborasi dan Kehadiran Pemerintah
DP3AP2KB menegaskan bahwa seluruh program tahun 2026 dilaksanakan melalui kolaborasi lintas OPD, lembaga peradilan, masyarakat, dan media, termasuk dalam pelaksanaan kegiatan isbat nikah sebagai bagian dari pemenuhan hak administrasi kependudukan.
Melalui pembentukan Pelindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), DP3AP2KB mendorong peran aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan dan anak.