Kamis, 27 Februari 2025 18:28 WIB | Dibaca : 88
Tradisi Keramas Bareng di Sungai Cisadane, Sambut Ramadan dengan Kebersihan dan Keharmonisan
Tradisi Keramas Bareng di Sungai Cisadane, Sambut Ramadan dengan Kebersihan dan Keharmonisan
Tradisi Keramas Bareng di Sungai Cisadane, Sambut Ramadan dengan Kebersihan dan Keharmonisan
Tradisi Keramas Bareng di Sungai Cisadane, Sambut Ramadan dengan Kebersihan dan Keharmonisan
Tradisi Keramas Bareng di Sungai Cisadane, Sambut Ramadan dengan Kebersihan dan Keharmonisan

Menyambut bulan suci Ramadan, warga RW 02, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang melaksanakan tradisi unik yang telah menjadi bagian dari budaya lokal. Yaitu "Keramas Bareng" di Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Kamis (27/2/25).

Ratusan warga dari berbagai usia berkumpul di Kampung Bekelir dengan semangat kebersamaan melakukan keramas bareng. Mereka membawa sampo, kemudian bersama-sama membersihkan diri dengan nyebur atau menggunakan gayung ke Sungai Cisadane.

Lurah Babakan M. Ali Furqon mengungkapkan, Keramas Bareng adalah tradisi yang sudah mengakar di masyarakat Kota Tangerang. Yakni, tradisi yang diwariskan oleh leluhur dalam menyambut Ramadan.

Aktivitas ini menjadi simbol kebersihan dan persiapan diri yang menyeluruh menjelang Ramadan dan juga untuk membangun keharmonisan masyarakat.

“Selain untuk menyambut Ramadan, tradisi Keramas Bareng memiliki nilai-nilai moral seperti menyucikan diri, jiwa dan fisik umat muslim sebelum menjalani ibadah puasa,” jelas Ali Furqon.

Ia pun menjelaskan, Keramas Bareng di Sungai Cisadane tengah diajukan Pemkot Tangerang melalui Disbudpar Kota Tangerang sebagai Warisan Budaya Tak Benda kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

“Semoga dengan terus dilestarikan oleh warganya, Keramas Bareng dapat segera ditetapkan sebagai WBTb Kota Tangerang. Karena memang, ini adalah tradisi dan budaya sebagai salah satu keunikan dan ciri khas dari Kota Tangerang sebagai momen kebersamaan jelang Ramadan yang sudah mengakar,” katanya.

Sementara itu, Dayat dengan kedua anaknya menyatakan senang dan antusias mengikuti kegiatan Keramas Bareng yang selalu ia ikuti disetiap tahunnya. Tradisi yang dipercaya dapat membangun semangat kebersamaan dan membersihkan diri untuk menjalani bulan suci Ramadan dengan kebersihan diri dan hati.

“Tradisi ini sudah saya ikuti sejak saya kecil dan saat ini setiap tahun saya kenalkan kepada dua anak laki-laki saya. Diharapkan, kedua anak ini bisa menjadi pewasris yang melanjutkan tradisi Keramas Bareng di Sungai Cisadane ke anak dan cucu mereka,” seru Dayat.



kota tangerang

Artikel Terkait


Komentar

Pastikan Google Captcha Sudah Tercentang !!!