Minggu, 17 Januari 2021 16:11 WIB
Sederet Perhatian Untuk Nasih Warga Kedaung Baru
Sederet Perhatian Untuk Nasih Warga Kedaung Baru
Sederet Perhatian Untuk Nasih Warga Kedaung Baru
Sederet Perhatian Untuk Nasih Warga Kedaung Baru
Sederet Perhatian Untuk Nasih Warga Kedaung Baru
Sederet Perhatian Untuk Nasih Warga Kedaung Baru
Sederet Perhatian Untuk Nasih Warga Kedaung Baru
Sederet Perhatian Untuk Nasih Warga Kedaung Baru
Sederet Perhatian Untuk Nasih Warga Kedaung Baru
Sederet Perhatian Untuk Nasih Warga Kedaung Baru
Sederet Perhatian Untuk Nasih Warga Kedaung Baru
Sederet Perhatian Untuk Nasih Warga Kedaung Baru
Sederet Perhatian Untuk Nasih Warga Kedaung Baru
Sederet Perhatian Untuk Nasih Warga Kedaung Baru

Berbagi tak pernah rugi, apalagi apa yang kita berikan memberikan manfaat dan kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan. Seperti yang dilakukan oleh jajaran Pemkot Tangerang melalui pegawai di Puskesmas Kedaung Baru yang turut didampingi pejabat wilayah setempat, yang diberikan kepada saudara kita yang membutuhkan yaitu tiga bersaudara, Nasih (52), Nana (54) dan Nasin (45), warga kawasan Gang Sadiih, RT 03, RW 03, Kelurahan Kedaung Baru, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.

Diketahui, Nasih tinggal bersama dua saudaranya yang mengidap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) gejala ringan. Nasih mengaku, hal itu terjadi sejak ditinggal kedua orang tuanya yang sudah meninggal, dengan berbagai kisah perjalanan hidupnya. Nasih, anak keenam dari tujuh bersaudara. Tiga saudara kandung lainnya, tinggal bersebelahan dengan rumahnya.

"Saya tinggal dengan kakak saya yang keempat dan adik bontot saya. Kalau kakak pertama saya, tinggal beda kampung, dia dagang punya warung. Kakak kedua punya warung kecil, kakak ketiga pedagang laksa keliling dan kakak kelima juga tinggal di sebelah rumah saya," ungkap Nasih, saat ditemui di rumahnya, Minggu (17/01/21).

Diceritakan Nasih, ia adalah salah satu warga yang selalu menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sejak 2016. Mulai dari bantuan beras, telur, minyak dan kacang hijau setiap bulannya. Namun, sejak 2020 BPNT beralih, ke bantuan PKH dengan nominal Rp500 ribu per tiga bulan secara rutin.

"Alhamdulillah, 2018 rumah saya juga direnovasi sama Pemkot. Dulu, rumah saya bocor, gentengnya rusak dan mau roboh, temboknya juga tidak kokoh. Kalau sekarang gak bocor, sudah ada kamar mandinya juga," papar Nasih.

Lanjutnya, baru-baru ini berbagai bantuan terus berdatangan mulai dari uang tunai hingga sembako. Mulai dari Dinas Sosial, DPRD Kota Tangerang, hingga masyarakat sekitar yang setiap minggunya memperhatikan Nasih dan kedua saudara kandungnya.

Sementara itu, Ketua RT 03, Ahim, mengungkapkan, Nasih mendapatkan prioritas berbagai program bantuan yang masuk ke wilayah RT 03, RW 03, Kelurahan Kedaung Baru.

"Selain BPNT atau PKH, dalam keseharian, Nasih dan dua saudaranya juga sering menerima bantuan sembako dari keluarganya. Kan tiga saudara kandungnya juga tinggal bersebelahan dengan Nasih. Rumah saudaranya juga layak-layak, pedagang punya gerobak warung. Untuk bantuan, insyaallah banyak yang bantu," ungkap Ahim.

Hal serupa juga diungkapkan Ita, sebagai Kader Puskesmas dan PKH, Nasih dan dua saudaranya senantiasa mendapatkan perhatian. Mulai dari Pemkot, Kelurahan, Kecamatan, PKK, Puskesmas hingga masyarakat sekitar. Mulai dari bedah rumah, BPNT atau PKH, Ita mengaku, mengetahui prosesnya dan pencairan setiap bulannya.

"Saya tau, karena saya dan pak RT yang bantu ngurus. Petugas Puskesmas, sebelum Covid seminggu sekali kesini, cek kesehatan mereka, saat Covid sebulan sekali juga di cek. Karena ODGJ ringan masih bisa diajak ngobrol jadi tidak dibawa ke RSJ. Segala bantuan tidak kurang-kurang terus diperhatikan banyak pihak," tegas Ita.

Sementara itu, Lurah Kedaung Baru, Wawan Gunawan, membatah secara tegas, jika Pemkot dinilai tidak mengetahui atau menelantarkan warganya tersebut. Wawan mengaku, Nasih, Nana dan Nasin adalah warga yang sudah terdata penerima bantuan, baik di tingkat kecamatan maupun kelurahan.

"Sembako atau bantuan lainnya banyak yang sudah disalurkan setiap bulannya. Terlebih di tengah pandemi ini. Mulai dari lumbung pangan, gerakan sosial kecamatan atau kelurahan," tegasnya.

Ia pun menjelaskan, dikarenakan Nasih sudah menerima bantuan BPNT atau PKH setiap bulannya secara rutin. Maka, sesuai peraturan yang sudah ditetapkan, tidak bisa menerima bantuan Covid-19 dari kementerian, provinsi maupun Kota Tangerang.

"Sesuai peraturan, satu orang tidak boleh double menerima bantuan. Tapi yang pasti, Nasih dan dua saudaranya sudah dalam pantauan dan perhatian Pemkot maupun Puskesmas sejak lama," katanya.




Artikel Terkait


Komentar

Pastikan Google Captcha Sudah Tercentang !!!