Jumat, 06 November 2026
Tangerang, oC

LAKSA+ Ramah Disabilitas, Pemkot Tangerang: Pengaduan Warga Harus Lebih Inklusif

Jumat, 06 November 2026 11:16 WIB
47
Share
Ilustrasi Layanan Laksa di Aplikasi Tangerang LIVE. (Sumber : Dinas Kominfo Kota Tangerang) (ZIDAN FEBRIANSYAH)

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus mendorong pelayanan pengaduan masyarakat yang inklusif dan mudah diakses seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas. Melalui penguatan layanan LAKSA+, Pemkot Tangerang berupaya memastikan setiap warga memiliki ruang yang setara untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, maupun laporan terkait pelayanan publik.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, menegaskan bahwa layanan pengaduan harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, akses terhadap kanal pengaduan merupakan bagian penting dari pelayanan publik yang terbuka dan responsif.

“Pelayanan pengaduan masyarakat harus dapat diakses oleh seluruh warga tanpa terkecuali. Kami ingin penyandang disabilitas juga memiliki kemudahan dan kesempatan yang sama untuk menyampaikan aspirasi maupun pengaduan melalui LAKSA+,” ujar Mugiya, Jumat (6/11/26).

LAKSA+ menjadi salah satu kanal komunikasi antara masyarakat dan pemerintah dalam menyampaikan berbagai persoalan pelayanan publik. Melalui kanal ini, warga dapat menyampaikan laporan yang nantinya diteruskan kepada perangkat daerah terkait untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan.

Mugiya menjelaskan, penguatan layanan pengaduan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan kanal, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat menggunakannya dengan mudah. Karena itu, aspek aksesibilitas dan kemudahan penyampaian informasi perlu menjadi perhatian dalam pengembangan layanan.

“Pengaduan yang disampaikan masyarakat menjadi masukan penting bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan. Karena itu, setiap warga harus mendapatkan ruang yang sama untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi,” tambahnya.

Pelayanan pengaduan yang inklusif juga diharapkan dapat mendorong partisipasi penyandang disabilitas dalam pembangunan daerah. Dengan akses yang lebih terbuka, kebutuhan dan pengalaman warga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perbaikan layanan publik.

”Melalui penguatan LAKSA+ yang ramah disabilitas, Pemkot Tangerang berharap komunikasi antara pemerintah dan masyarakat semakin terbuka. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen menghadirkan pelayanan publik yang inklusif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan seluruh warga Kota Tangerang,” tutupnya.