Rabu, 04 November 2026
Tangerang, oC

Sachrudin-Baznas, Perkuat Peran Masjid Melalui TBMM

Rabu, 04 November 2026 16:00 WIB
26
Share
Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan masjid serta mewujudkan masyarakat Kota Tangerang yang berakhlakul karimah. (Sumber : Prokopim Kota Tangerang)

Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga memiliki peran penting sebagai pusat peradaban, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan kehidupan sosial masyarakat.

Semangat inilah yang melandasi kolaborasi Pemerintah Kota Tangerang bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui peluncuran program Tangerang Bersama Membangun Masjid (TBMM).

Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, yang menghadiri sekaligus membuka Rapat Kerja BAZNAS Kota Tangerang, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan wujud nyata kolaborasi lintas sektor dan pemangku kepentingan dalam memperkuat pembangunan masyarakat yang berakhlakul karimah lewat peran masjid.

"Kita meyakini bahwa masjid bukan hanya pusat peribadatan, tetapi juga pusat peradaban, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan sosial umat. Karena itu, kolaborasi ini kita hadirkan untuk mendukung visi dan misi Pemerintah Kota Tangerang dalam mewujudkan masyarakat yang berakhlakul karimah," tutur Sachrudin di Aula Hotel Grand El Hajj, Asrama Haji Provinsi Banten, Kecamatan Cipondoh, Rabu (04/11/2026).

Sachrudin, juga mengapresiasi BAZNAS dan seluruh pemangku kepentingan yang telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kota sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, setiap pihak memiliki peran dan potensi yang dapat saling melengkapi. Pemerintah memiliki program dan data, BAZNAS memiliki instrumen penghimpunan serta penyaluran zakat, dunia usaha memiliki sumber daya, sementara masyarakat memiliki kekuatan gotong royong.

"Jika seluruh potensi ini disatukan, manfaat yang dihasilkan akan jauh lebih besar. Program Tangerang Bersama Membangun Masjid menjadi salah satu contoh bagaimana kolaborasi dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sachrudin, juga mendorong agar pengelolaan zakat semakin optimal, profesional, dan berorientasi pada pemberdayaan berkelanjutan. Setiap program harus memiliki tujuan yang jelas, indikator keberhasilan yang terukur, serta manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

"Keberhasilan pengelolaan zakat bukan semata diukur dari besarnya dana yang dihimpun atau banyaknya bantuan yang disalurkan, tetapi dari sejauh mana zakat mampu membantu masyarakat, meningkatkan keberdayaan, hingga mendorong mereka menjadi lebih mandiri," pungkasnya.