Senin, 02 November 2026
Tangerang, oC

100 Pegiat Lingkungan Wilayah Barat di Kota Tangerang Evaluasi Triwulan hingga Pelatihan Daur Ulang Tekstil

Senin, 02 November 2026 01:26 WIB
72
Share
Foto bersama di booth Bank sampah 102 dalam giat pertemuan 3 Bulanan Bank Sampah TBK Cimone, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Provinsi Banten. (Sumber : Diskominfo Kota Tangerang) (MUHAMMAD FIRDAUS SULAIMAN)

Gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Tangerang terus menunjukkan pertumbuhan yang konsisten dan berkelanjutan. Sebanyak 100 peserta pegiat lingkungan dari lima kecamatan di Wilayah Barat (Cibodas, Jatiuwung, Periuk, Karawaci dan Tangerang) berkumpul di Bank Sampah TBK Cimone, Kecamatan Karawaci, Minggu (1/11/2026).

Kegiatan terpadu ini memadukan evaluasi kerja triwulan, aksi kebugaran fisik, pemberdayaan ekonomi sirkular melalui bazar UMKM, serta edukasi hilirisasi limbah. Aksi nyata ini digelar sebagai wujud dukungan warga terhadap Program Kampung Iklim (Proklim) sekaligus penegakan Peraturan Daerah (Perda) Kota Tangerang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Sampah.

Koordinator Tim Bank Sampah Wilayah Barat Saifuddin, menegaskan pentingnya evaluasi berkala untuk menjaga konsistensi gerakan di tingkat akar rumput.

Sebagai langkah peningkatan kapasitas masyarakat, diselenggarakan juga pelatihan daur ulang pakaian bekas menjadi keset.

"Evaluasi triwulan ini bukan sekadar urusan angka dan timbangan, melainkan cerminan komitmen kita untuk terus tumbuh, berkelanjutan dan berdampak nyata bagi lingkungan," jelasnya.

Ia juga menambahkan, lewat pengelolaan yang konsisten, aksi pilah sampah kering seperti plastik PET dan pengolahan sampah organik di komposter rumah tangga secara ilmiah terbukti mampu memotong emisi gas rumah kaca.

"Dampak penurunan emisi karbon kolektif dari Wilayah Barat ini setara dengan menanam ratusan pohon tropis dewasa bagi Kota Tangerang," tegas Saifuddin.

Pada kesempatan sama, Camat Karawaci Achmad Zuldin Syafii, turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kemandirian dan konsistensi para kader di lapangan.

"Pemerintah daerah sangat mendukung penuh inisiatif swadaya seperti ini. Melalui pemilahan sampah yang terstruktur dari tingkat rumah tangga, warga tidak hanya membantu mengurangi beban volume TPA Rawa Kucing, tetapi juga aktif menyelamatkan lingkungan dan menciptakan peluang ekonomi baru bagi keluarga," ungkap Zuldin.

Melalui pelatihan tersebut, warga dibekali kemampuan praktis untuk mengolah limbah tekstil menjadi barang berdaya guna yang bernilai ekonomi.