Rabu, 09 September 2026
Tangerang, oC

Bersama OJK, Sekda Dorong Pegawai Cerdas Kelola Keuangan, Bijak Berinvestasi

Rabu, 09 September 2026 13:50 WIB
40
Share
Sekretaris Daerah Kota Tangerang Herman Suwarman menghadiri sekaligus membuka kegiatan Edukasi Keuangan dan Edukasi Keuangan dan Pengenalan Investasi Pasar Modal bagi ASN dan PPPK di Lingkungan Pemkot Tangerang (Sumber : Prokopim Kota Tangerang)

Memiliki akses ke produk keuangan belum cukup. Masyarakat juga perlu memahami manfaat, biaya, dan risikonya agar mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak, termasuk dalam berinvestasi.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang, Herman Suwarman, saat membuka Edukasi Keuangan dan Pengenalan Investasi Pasar Modal bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, hasil kolaborasi Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Tangerang dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Banten di Patio Puspem Kota Tangerang, Rabu (9/9/2026).

Herman mengatakan, ASN dan PPPK tidak hanya berperan dalam pemerintahan dan pelayanan publik, tetapi juga dapat menjadi contoh dalam menerapkan pengelolaan keuangan yang sehat, baik bagi keluarga maupun lingkungan sekitarnya.

“Ketika ASN memiliki literasi keuangan yang baik, manfaatnya tidak berhenti pada dirinya sendiri. Pengetahuan itu bisa dibawa ke keluarga, lingkungan kerja, bahkan masyarakat,” ujar Herman.

Oleh karena itu, ia mengajak peserta menjadikan kegiatan tersebut bukan sekadar pengenalan saham, reksa dana, obligasi, dan instrumen pasar modal lainnya, tetapi sebagai bekal untuk mengelola keuangan dan merencanakan masa depan dengan lebih baik.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 OJK bersama Badan Pusat Statistik, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 69,57 persen, sementara indeks inklusi keuangan mencapai 93,61 persen.

“Akses terhadap produk keuangan sudah sangat tinggi, tetapi pemahamannya masih perlu diperkuat. Masyarakat harus memahami manfaat, biaya, risiko, serta hak dan kewajibannya sebelum menggunakan produk keuangan,” jelasnya.

Menurut Herman, hal tersebut menjadi semakin penting dalam investasi. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mengambil keputusan hanya karena ikut tren, ajakan orang lain, atau tergiur keuntungan tinggi.

“Jangan berinvestasi hanya karena ikut-ikutan atau tergiur keuntungan besar. Investasi bukan hanya soal berapa besar keuntungan yang bisa diperoleh, tetapi juga seberapa besar risiko yang sanggup kita tanggung,” tegas Herman.

Ia berharap, kolaborasi Pemkot Tangerang dan OJK terus diperkuat agar edukasi keuangan semakin luas dan mampu membangun masyarakat yang lebih cerdas dalam mengambil keputusan keuangan.

“Literasi keuangan pada akhirnya bukan sekadar tentang investasi, tetapi bagaimana kita mengelola keuangan dengan bijak dan menyiapkan masa depan yang lebih baik bagi diri sendiri dan keluarga,” pungkasnya.