Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menggelar rangkaian perlombaan olahraga tradisional dan permainan rakyat dalam rangka menyemarakkan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala OPD, BUMD, hingga insan media se-Kota Tangerang.
Wali Kota Tangerang Sachrudin menyampaikan, berbagai perlombaan yang digelar bukan sekadar mencari pemenang, melainkan momen untuk mempererat tali silaturahmi, menjaga semangat kebersamaan, serta meneladani nilai-nilai perjuangan para pahlawan bangsa.
"Semangat kebersamaan layaknya para pahlawan kita saat merebut dan mempertahankan kemerdekaan dengan darah, keringat, dan air mata semangat, itulah yang harus kita tanamkan dalam mengisi kemerdekaan saat ini," ujar Sachrudin.
Ia juga menambahkan, keseruan peringatan HUT RI tidak hanya berhenti di tingkat pemerintah daerah saja, tetapi terus berjalan beriringan dengan kegiatan-kegiatan di tengah masyarakat.
"Pemkot Tangerang pun telah menyiapkan sejumlah agenda lanjutan, di antaranya lomba mancing di Situ Gede pada Sabtu, 22 Agustus serta Gowes Kemerdekaan pada Minggu 23 Agustus.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Kaonang menjelaskan, kegiatan lomba kali ini menghadirkan 11 jenis permainan dan olahraga rakyat yang bekerja sama dengan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Tangerang.
"Tahun ini kami melakukan evaluasi dari tahun sebelumnya dan menghadirkan beberapa perlombaan baru yang perdana diselenggarakan, seperti lomba sarung, bakiak/tarik tambang, hingga panco. Sementara itu, olahraga tradisional unggulan seperti dagongan dan tarik tambang tetap menjadi favorit yang paling seru dan diminati," kata Kaonang.
Seluruh rangkaian perlombaan yang diselenggarakan pada hari ini berjalan dengan lancar, aman dan tanpa kendala.
"Melalui momen HUT ke-81 RI ini, Dispora berkomitmen untuk terus memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat, sekaligus melestarikan tradisi serta budaya olahraga tradisional yang telah ada sejak puluhan hingga ratusan tahun di Indonesia," pungkas Kaonang.