Jumat, 31 Juli 2026
Tangerang, oC

Pemkot Tangerang Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kemarau dan Ancaman Kekeringan

Jumat, 31 Juli 2026 14:07 WIB
115
Share
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dan potensi bencana hidrometeorologi kekeringan. (Sumber : ) (ZIDAN FEBRIANSYAH)

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dan potensi bencana hidrometeorologi kekeringan.

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Hasil Kajian Hidrometeorologi Kekeringan yang melibatkan BPBD, BMKG, TNI, Polri, Perumda Tirta Benteng, Dinas PUPR serta sejumlah perangkat daerah dan instansi terkait guna menyusun langkah antisipasi secara terpadu.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan, rapat koordinasi ini menjadi upaya menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan agar penanganan dampak musim kemarau dapat dilakukan lebih cepat, terukur dan tepat sasaran.

"Antisipasi harus dilakukan sejak dini. Seluruh instansi telah menyampaikan kesiapan masing-masing, mulai dari penyediaan air bersih, personel, armada hingga sarana pendukung penanggulangan kebakaran. Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan apabila dampak kekeringan mulai dirasakan," ujar Mahdiar, Jumat (31/7/26).

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil kajian BMKG, Kota Tangerang masih berada dalam periode musim kemarau dengan curah hujan yang diprediksi rendah hingga September 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi fenomena El Nino yang masih aktif sehingga berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran.

“Di sektor pelayanan air bersih, Perumda Tirta Benteng memastikan pasokan air bagi pelanggan tetap aman. Saat ini sekitar 99 persen sumber air baku masih berasal dari Sungai Cisadane. Meskipun debit sungai mengalami penurunan sekitar lima persen selama musim kemarau,” jelas Mahdiar.

Lanjutnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang menyiapkan 30 unit tandon air untuk mendukung distribusi air bersih sekaligus membantu penanganan kebakaran. Kesiapan jaringan hydrant di berbagai wilayah juga terus dioptimalkan sebagai bagian dari mitigasi.

Mahdiar menambahkan, BPBD bersama seluruh perangkat daerah akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan dampaknya di lapangan.

Koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat agar setiap potensi kekeringan maupun kebakaran dapat ditangani secara cepat dan efektif.

"Kami juga mengajak masyarakat untuk menggunakan air secara bijak, tidak melakukan pembakaran sampah atau lahan, serta segera melaporkan apabila menemukan kejadian kekeringan maupun kebakaran agar bisa segera ditangani. Kolaborasi pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi musim kemarau tahun ini," tutup Mahdiar.