Senin, 27 Juli 2026
Tangerang, oC

Waspadai Kebakaran, Pemkot Tangerang Ingatkan Warga Tingkatkan Kewaspadaan Musim Kemarau

Senin, 27 Juli 2026 10:06 WIB
64
Share
Petugas BPBD Kota Tangerang memadamkan kebakaran pabrik karet di Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Senin (22/6/26). (Sumber : BPBD Kota Tangerang) (MUHAMMAD FIRDAUS SULAIMAN)

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau yang diprediksi masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Cuaca panas dan kondisi lingkungan yang kering berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, baik di lahan kosong, tumpukan sampah, maupun permukiman.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar menyatakan, berdasarkan data petugas, dalam dua hari terakhir tercatat 14 kejadian kebakaran atau rata-rata tujuh kejadian per harinya.

”Sebagian besar insiden didominasi kebakaran alang-alang, lahan kering, dan tumpukan sampah, yang dipicu kondisi cuaca kering serta aktivitas masyarakat yang kurang memperhatikan potensi bahaya kebakaran,” papar Mahdiar, Senin (27/7/26).

Ia mengingatkan, masyarakat untuk tidak membakar sampah maupun sisa tanaman di lahan terbuka. Selain berisiko memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, aktivitas tersebut juga dapat mencemari udara dan membahayakan kesehatan masyarakat.

”Warga juga diimbau untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area yang dipenuhi rumput kering atau tumpukan sampah. Api kecil yang muncul akibat kelalaian dapat dengan cepat membesar dan merambat ke area di sekitarnya, terlebih saat cuaca panas dan angin bertiup cukup kencang,” jelas Mahdiar.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan membersihkan tumpukan sampah dan rumput kering di sekitar rumah maupun lahan kosong. Upaya tersebut dinilai efektif mengurangi potensi munculnya titik api selama musim kemarau.

”Apabila masyarakat melihat adanya kepulan asap atau titik api, diharapkan segera melaporkannya kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin dan tidak meluas,” katanya.

”Respons cepat menjadi kunci untuk meminimalkan dampak kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca yang mendukung penyebaran api,” sambung Mahdiar.