Menghabiskan akhir pekan di Kota Tangerang tak perlu bingung menentukan tujuan. Dalam satu hari, masyarakat maupun wisatawan luar daerah bisa menjelajahi lima landmark ikonik yang jadi representasi wajah Kota Tangerang, mulai dari ruang publik, wisata religi, bangunan bersejarah, hingga pusat kuliner legendaris.
Menariknya, kelima lokasi ini dapat dinikmati dalam satu alur perjalanan yang saling terhubung, mulai pagi hingga malam hari.
1. Tugu Adipura
Pagi hari bisa dimulai dari kawasan Tugu Adipura yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman. Kawasan ini menjadi pusat kegiatan Car Free Day (CFD) yang dipadati warga untuk berolahraga, bersepeda, mengikuti senam bersama, hingga menikmati berbagai aktivitas komunitas.
Selain menjadi titik kumpul masyarakat, Tugu Adipura juga merupakan simbol penghargaan yang pernah diraih Kota Tangerang atas keberhasilannya menjaga kebersihan dan pengelolaan lingkungan. Tak heran jika kawasan ini menjadi salah satu ikon kota yang paling mudah dikenali masyarakat.
2. Masjid Raya Al-A'zhom
Usai berolahraga, perjalanan dapat dilanjutkan menuju Masjid Raya Al-A'zhom yang berada di kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.
Masjid kebanggaan warga Kota Tangerang ini dikenal melalui kubah utamanya yang berdiameter sekitar 63 meter tanpa tiang penyangga di ruang salat utama. Lima kubah yang menjadi ciri khasnya melambangkan lima Rukun Islam sekaligus salat lima waktu.
Tak hanya menjadi pusat ibadah, kawasan masjid juga berkembang sebagai ruang publik yang nyaman. Pengunjung dapat bersantai di area rumput sintetis, menikmati suasana pelataran yang teduh, hingga mengunjungi Galeri Islam yang berada di lantai dua bangunan.
3. Bendungan Pintu Air Sepuluh
Menjelang sore, perjalanan bisa berlanjut ke Bendungan Pintu Air Sepuluh di Koang Jaya, Kecamatan Karawaci.
Bangunan yang berdiri sejak 1927 ini merupakan salah satu infrastruktur bersejarah yang hingga kini masih berfungsi mengatur aliran Sungai Cisadane sekaligus mendukung sistem irigasi di wilayah Kota Tangerang dan sekitarnya.
Deretan sepuluh pintu air raksasa yang menjadi asal-usul namanya menghadirkan pemandangan khas yang masih terjaga hingga sekarang. Kawasan ini juga kerap menjadi pilihan warga untuk menikmati suasana Sungai Cisadane dari sudut yang berbeda.
4. Jembatan Berendeng
Tak jauh dari Bendungan Pintu Air Sepuluh, perjalanan dapat diteruskan menuju Jembatan Berendeng yang dikenal masyarakat sebagai Jembatan Kaca.
Jembatan yang membentang di atas Sungai Cisadane ini menawarkan panorama kota dan sungai dari ketinggian. Kehadiran balkon serta lantai kaca di beberapa sisi jembatan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Saat matahari mulai terbenam, kawasan ini menjadi salah satu lokasi favorit untuk menikmati sunset sambil melihat aktivitas masyarakat di sepanjang tepian Sungai Cisadane.
5. Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang
Begitu malam tiba, perjalanan dapat ditutup dengan berburu jajanan di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang.
Berada di Jalan Kisamaun, kawasan ini dikenal sebagai salah satu destinasi kuliner paling populer di Kota Tangerang. Ratusan pilihan makanan tersedia, mulai dari kuliner legendaris yang telah bertahan puluhan tahun hingga jajanan kekinian yang ramai diburu generasi muda.
Di balik ramainya aktivitas kuliner, Pasar Lama juga menyimpan sejarah panjang sebagai kawasan perdagangan di tepian Sungai Cisadane. Jejak akulturasi budaya Tionghoa, Betawi, dan Sunda masih terasa melalui bangunan, tradisi, hingga ragam kuliner yang dapat ditemukan di kawasan ini.
Dengan rute yang saling berdekatan, lima landmark tersebut bisa menjadi pilihan untuk menikmati Kota Tangerang dalam sehari. Mulai dari olahraga pagi, wisata religi, menelusuri sejarah, menikmati panorama Sungai Cisadane, hingga berburu kuliner malam, semuanya dapat dirasakan dalam satu perjalanan yang lengkap.