Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang berhasil mencatatkan nilai transaksi ekspor sebesar USD 2,9 miliar pada periode semester I 2026.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menangah (Disperindagkop UKM) Kota Tangerang Suli Rosadi menegaskan, nilai transaksi ekspor tersebut menjadi bukti aktivitas perekonomian di Kota Tangerang berjalan baik.
“Nilai transaksi ekspor yang mencapai USD 2,9 miliar dalam enam bulan terakhir menjadi indikator positif pertumbuhan ekonomi daerah untuk mendongkrak daya saing Kota Tangerang di pasar global,” ujar Suli, Selasa (7/7/26).
Berdasarkan data Free on Board (FOB) dari Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal (IPSKA) Kementerian Perdagangan menunjukkan, angka transaksi ekspor Kota Tangerang didominasi negara-negara tujuan di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara seperti Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Malaysia dan Filipina.
“Adapun komoditas yang menjadi penyumbang nilai transaksi ekspor terbesar tidak jauh berbeda dari tahun lalu. Seperti sektor industri alas kaki, olahan ikan dan udang, olahan buah dan kacang, tekstil dan plastik dengan jumlah penerbitan mencapai 24.293 per awal bulan ini,” tambahnya.
Selain itu, Pemkot Tangerang berharap nilai transaksi ekspor tersebut dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Kota Tangerang secara umum.
“Kami akan mendorong pelaku usaha di Kota Tangerang untuk terus meningkatkan kualitas produknya sampai memberikan kemudahan layanan Penerbitan Surat Keterangan Asal/Certificate of Origin untuk mendukung pasar ekspor bisa berkembang lebih luas lagi,” pungkasnya.