Wali Kota Tangerang sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Kota Tangerang, H. Sachrudin, menghadiri kegiatan tahlil dan doa bersama mengenang tujuh hari wafatnya almarhum Kak Herman, tokoh senior Pramuka Kota Tangerang yang selama hidupnya dikenal memiliki dedikasi tinggi dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan pembinaan generasi muda.
Kegiatan yang berlangsung di depan Gedung Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Tangerang pada Sabtu malam (13/6/2026) tersebut dihadiri keluarga, sahabat, serta para anggota Pramuka dan masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Dalam sambutannya, Sachrudin mengajak seluruh hadirin untuk bersama-sama memanjatkan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta diampuni segala dosa dan kesalahannya.
"Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala dosa-dosanya, serta memberikan ketabahan dan keikhlasan kepada keluarga yang ditinggalkan," ujar Sachrudin.
Lebih lanjut, Sachrudin mengenang almarhum sebagai sosok yang memiliki komitmen tinggi dalam membangun karakter generasi muda melalui Gerakan Pramuka. Menurutnya, semangat pengabdian yang ditunjukkan almarhum selama hidup patut menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menebarkan kebaikan.
"Beliau bukan hanya hadir sebagai sosok yang memberikan motivasi, tetapi juga menjadi teladan dalam pengabdian, kepedulian, dan semangat untuk membangun generasi penerus yang berakhlak dan berkarakter," ungkapnya mengenang sosok legenda Pramuka Kota Tangerang tersebut.
Sachrudin menambahkan, kontribusi almarhum dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan telah meninggalkan kesan mendalam bagi banyak pihak.
Karena itu, nilai-nilai keikhlasan, kebersamaan, dan semangat melayani yang diwariskan almarhum perlu terus dilanjutkan oleh generasi berikutnya.
"Kita semua memiliki tanggung jawab untuk meneruskan nilai-nilai kebaikan yang telah beliau tanamkan. Semoga segala pengabdian yang telah diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya," tutup Sachrudin.
Selain untuk mengenang almarhum Kak Herman, kegiatan tahlil dan doa bersama tersebut juga menjadi momentum untuk mendoakan para tokoh dan pendahulu Gerakan Pramuka serta seluruh masyarakat agar senantiasa diberikan keberkahan dan perlindungan oleh Allah SWT.
Diketahui, Kak Herman yang memiliki nama lengkap Herman Sulistyo bin R. Sentot Sugriyo lahir di Solo pada 21 Juli 1955. Almarhum meninggal dunia pada Minggu dini hari, 7 Juni 2026, akibat kecelakaan lalu lintas.
Saat kejadian, almarhum tengah bersepeda dan masih mengenakan seragam Pramuka lengkap dengan scarf merah putih. Sebuah kendaraan roda empat diduga menabraknya sebelum akhirnya melarikan diri dari lokasi kejadian. Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Pramuka Kota Tangerang dan masyarakat yang mengenalnya.