“Di tengah era digitalisasi, kreativitas anak akan terus berkembang secara alami. Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan agar mereka mampu mengembangkan kemampuan dan potensinya secara optimal.”
Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tangerang, saat menutup rangkaian Pelatihan Pengembangan Pembelajaran Berbasis Aktivitas Murid (SMP) serta Pelatihan Inkuiri Kolaboratif Pembelajaran Mendalam (SD) bagi para pendidik di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Jumat, di BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata, Bojongsari, Kota Depok, (10/04/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot dalam mendorong transformasi pendidikan, dengan menitikberatkan pada peningkatan kompetensi guru sebagai investasi utama dalam dunia pendidikan.
Maryono menegaskan, pola pendidikan di era digital perlu bergeser dari sekadar transfer pengetahuan menjadi proses pembelajaran yang mendorong siswa berpikir kritis dan mandiri.
“Anak-anak kita tumbuh di era yang serba cepat. Mereka membutuhkan ruang belajar yang mendorong untuk bertanya, berkolaborasi, serta menemukan dan memahami pengetahuan secara mandiri,” ujarnya.
Penutupan pelatihan ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah, sekaligus menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks.
“Jadikan kelas sebagai ruang inovasi dan jadilah agen perubahan. Guru yang terus belajar dan terbuka terhadap inovasi adalah kunci lahirnya generasi unggul, yang siap menjadi pemimpin masa depan,” pungkasnya.