Jumat, 10 April 2026
Tangerang, oC

KORMI Kota Tangerang Usulkan Permainan Tradisional Masuk Kurikulum Sekolah

Jumat, 10 April 2026 14:45 WIB
82
Share
(Arsip) Perlombaan sumpit di Stadion Benteng Reborn Kota Tangerang, Provinsi Banten. (Sumber : Arsip) (MUHAMMAD FIRDAUS SULAIMAN)

Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) mendorong terobosan baru di dunia pendidikan dengan mengusulkan permainan tradisional masuk dalam agenda kurikulum pendidikan khususnya di Kota Tangerang.

Ketua KORMI Kota Tangerang Sulfi Afriadi menuturkan, pihaknya telah mengusulkan permainan tradisional menjadi bagian dari muatan lokal dan ekstrakulikuler yang bisa diterapkan di sekolah-sekolah di bawah pembinaan Dinas Pendidikan Kota Tangerang.

”Kami terus mengenalkan permainan tradisional kepada anak-anak generasi sekarang seperti bakiak, egrang, ketapel, dan masih banyak yang lainnya. Sejauh ini, anak-anak banyak yang tertarik bahkan mereka berharap permainan ini ada di lingkungan sekolah,” ujar Sulfi, Kamis (9/4/26).

Sejalan dengan itu, KORMI Kota Tangerang menilai permainan tradisional mempunyai manfaat yang besar dalam proses pendidikan dan pembinaan karakter bagi generasi muda di Kota Tangerang.

Terlebih, permainan tradisional mampu dioptimalkan sebagai aktivitas alternatif untuk melindungi generasi muda dari dampak negatif ketergantungan media sosial yang sejalan dengan subtansi Peraturan Pemerintah (PP) Tunas Nomor 17 Tahun 2025 yang mendorong pembatasan akses konten, data pribadi, dan keamanan digital bagi anak-anak yang belum lama ini diterapkan.

”Permainan tradisional ini banyak sekali manfaatnya sebagai ruang perkembangan psikis anak melalui interaksi sosial yang menarik sebelum mereka terjun ke lingkungan masyarakat lebih luas,” tambahnya.

Selain itu, KORMI Kota Tangerang berharap usulan yang disampaikan dapat ditindaklanjuti sebagai kolaborasi untuk mencetak generasi muda Kota Tangerang yang unggul dan berprestasi.