Senin, 06 April 2026
Tangerang, oC

Banjir Candulan Berangsur Surut, Petugas Gabungan Pemkot Tangerang Terus Lakukan Penanganan

Senin, 06 April 2026 07:30 WIB
199
Share
Normalisasi saluran pompa air di Bendungan Polor, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Senin (6/4/26). (Sumber : Dinas Kominfo Kota Tangerang) (MUHAMMAD FIRDAUS SULAIMAN)

Kondisi banjir di wilayah Candulan, khususnya di sekitar Jembatan Polor, Kecamatan Cipondoh, berangsur surut pada Senin (6/4/26). Meski demikian, petugas gabungan masih terus melakukan penanganan guna memastikan kondisi benar-benar aman dan terkendali.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengungkapkan, berdasarkan pantauan di lapangan, ketinggian muka air (TMA) yang sebelumnya sempat mencapai sekitar 120 cm pada sore hari sebelumnya, kini mulai menunjukkan penurunan.

”Pada pagi hari ini, debit air terpantau lebih rendah seiring dengan tidak adanya hujan lanjutan di wilayah Kota Tangerang,” katanya.

Lanjutnya, banjir yang terjadi di wilayah tersebut merupakan dampak kiriman air dari wilayah hulu, yang sebelumnya mengalami hujan dengan intensitas cukup tinggi.

“Air dari wilayah hulu mengalir ke Kali Angke dan berdampak pada wilayah hilir, terutama di sekitar bendungan dan Jembatan Polor. Di titik ini aliran air cenderung terhambat, ditambah dengan adanya tumpukan sampah yang terbawa arus, sehingga genangan lebih cepat terjadi,” jelasnya.

Ia menambahkan, dibandingkan wilayah lain seperti Duren Villa dan Ciledug Indah yang sempat terdampak genangan namun cepat surut, kawasan Candulan menjadi salah satu titik yang relatif lebih lama terdampak akibat kondisi geografis dan hambatan aliran air.

Saat ini, petugas gabungan dari BPBD, Dinas Sosial, serta instansi terkait lainnya masih bersiaga di lokasi untuk melakukan pemantauan, membantu warga, serta memastikan distribusi bantuan berjalan lancar. Kebutuhan logistik dan permakanan bagi warga terdampak juga dipastikan terpenuhi.

“Penanganan masih terus berjalan, termasuk pemantauan debit air dan pembersihan material yang menghambat aliran. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk wilayah DKI Jakarta, untuk mencari solusi jangka panjang dalam mengatasi hambatan aliran air di Kali Angke,” katanya.

Masyarakat diimbau, untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, mengingat saat ini masih dalam masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau. Selain itu, warga juga diingatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah ke saluran air dan sungai.