Jumat, 06 Februari 2026
Tangerang, oC

Lustrum I KIM Kutil Cimone: Dari Pemanfaatan Lahan Terbatas Hingga Jadi Pilot Project Ketahanan Pangan

Kamis, 05 Februari 2026 15:49 WIB
112
Share
Antonius Ketua Kelompok Usaha Terak Ikan Lele (KUTIL) Cimone Permai 1, Kecamatan Karawaci, Provinsi Banten. (Sumber : Dinas Kominfo Kota Tangerang) (MUHAMMAD FIRDAUS SULAIMAN)

Lima tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kelompok Usaha Ternak Ikan Lele (KUTIL) Kelurahan Cimone Kecamatan Karawaci. Merayakan hari jadi ke-5 (Lustrum I), KIM Kutil membuktikan bahwa keterbatasan lahan di area perumahan bukanlah penghalang untuk menciptakan dampak ekonomi yang nyata bagi warga.

Ketua KIM Kutil Antonius Irliyanto mengungkapkan, bahwa sejak tahun 2021 dengan SK dari KIM Kota Tangerang, eksistensinya terus berkembang. Kemudian tahun 2022, KIM Kutil juga mendapatkan legitimasi dari Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang karena fokusnya yang kuat pada sektor perikanan.

"Kami berawal dari keinginan memanfaatkan lahan terbatas di perumahan. Berkat sinergi yang baik, kami bisa memadukan peran sebagai agen informasi sekaligus penggerak ketahanan pangan," ujar Antonius.

Melalui publikasi tersebut, masyarakat luas tahu bahwa di tengah perumahan, ada kelompok yang mampu mengelola budidaya ikan secara maksimal.

"Kami tidak lagi menjual lele hidup, melainkan produk olahan. Ini menciptakan ruang bagi orang tengah atau penjual sayur untuk mendapatkan keuntungan kembali. Harapan kami, ini menjadi pilot project yang bisa membuka lapangan kerja baru sesuai arahan Bapak Wali Kota," kata Antonius.

Ia menjelaskan, bahwa keberhasilan ini juga menjadikan KIM Kutil sebagai destinasi magang bagi mahasiswa dari berbagai universitas yang bekerja sama dengan Diskominfo.

"Para mahasiswa belajar teknik pemijahan alami tanpa suntik, mulai dari pemilihan indukan matang gonad hingga proses pembesaran yang dalam satu siklus (3 bulan 10 hari) mampu menghasilkan hingga 550 kilogram lele," terangnya.

"Harapan kami sederhana, KIM Kutil bisa terus bertahan dan metode pemanfaatan lahan sempit ini bisa ditularkan ke tempat lain. Kecil skalanya, tapi maksimal hasilnya," sambungnya.