Perayaan hari jadi ke-5 (Lustrum I) Kelompok Usaha Ternak Ikan Lele (KUTIL) di RW 08 Kelurahan Cimone, Kecamatan Karawaci, Kamis (5/2/2026), menjadi momentum pembuktian bahwa keterbatasan lahan perkotaan bukan penghalang untuk produktivitas.
Dimulai dari kepedulian sosial di masa pandemi COVID-19, KUTIL kini bertransformasi menjadi kelompok budidaya yang mandiri secara hulu hingga hilir.
Wali Kota Tangerang Sachrudin mengungkapkan, rasa bangga dan apresiasinya yang mendalam atas konsistensi Kelompok Usaha Ternak Ikan Lele (KUTIL) dalam menjaga eksistensinya hingga mencapai usia lima tahun.
Menurutnya, capaian ini merupakan bentuk nyata dari semangat gotong royong warga dalam membangun ketahanan pangan dari tingkat paling bawah.
"Ini bisa jadi contoh untuk wilayah lain. Dengan tempat sederhana, hasilnya luar biasa mulai dari pemijahan hingga pemasaran. Tidak ada yang berjalan sendirian, ini adalah hasil sinergi dan kolaborasi bersama," tambahnya.
Senada dengan Wali Kota, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang Muhdorun menyampaikan, bahwa KUTIL telah mencapai tahap budidaya yang mandiri. Dari 29 Pokdakan di Kota Tangerang, KUTIL menonjol karena mampu melakukan pemijahan sendiri tanpa bergantung pada benih luar.
"Dalam satu siklus budidaya selama dua setengah bulan, kelompok ini mampu menghasilkan 5 kuintal (setengah ton) lele. DKP terus memberikan pembinaan, bimbingan pengetahuan, hingga bantuan sarana prasarana seperti bibit dan pakan agar produksi tetap berkelanjutan demi swasembada pangan dan kebutuhan protein masyarakat," jelas Muhdorun.
Ketua KUTIL Antonius Irlianto menjelaskan, bahwa kelompoknya kini fokus pada hilirisasi produk. Hasil panen tidak lagi hanya dijual mentah, melainkan diolah menjadi produk bernilai tambah seperti lele bumbu frozen, abon ikan, hingga filet.
"Kami memaksimalkan lahan fasum dengan sistem intensif. Selain ekonomi, kami juga menjaga fungsi sosial sebagai tempat magang mahasiswa dan pemberdayaan masyarakat sekitar. Kami berharap metode ini bisa menjadi pilot project yang ditularkan ke wilayah lain," pungkas Antonius.