Sabtu, 24 Januari 2026
Tangerang, oC

Dalam Satu Komando BPBD, Relawan dan Lintas Lembaga Perkuat Penanganan Banjir Kota Tangerang

Sabtu, 24 Januari 2026 10:09 WIB
116
Share
Sejumlah relawan dalam membantu penanggulangan banjir di beberapa wilayah di Kota Tangerang (Sumber : Pemkot Tangerang) (WIDI YANTO)

Penanganan banjir di Kota Tangerang dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur relawan dan lembaga kemanusiaan dalam satu komando di bawah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang.

Pola koordinasi ini membuat proses evakuasi dan penanganan warga terdampak berjalan lebih efektif dan tidak tumpang tindih.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan, seluruh relawan yang terlibat diarahkan terlebih dahulu melalui Posko BPBD sebelum diterjunkan ke lapangan.

“Relawan yang turun ke lapangan berada dalam satu komando BPBD. Kita sangat terbantu dengan keberadaan mereka. Ke depan tentu kita harapkan bisa semakin solid lagi. Ini bukan sekadar klaim, karena mereka benar-benar terlibat langsung dalam proses evakuasi dan penanganan warga dengan baik,” tutur Mahdiar.

Mahdiar menjelaskan, pendekatan satu komando ini diterapkan sebagai pembelajaran dari pengalaman bencana sebelumnya, di mana sering terjadi penumpukan personel di satu titik sementara lokasi lain masih kekurangan bantuan.

“Dengan satu komando, semua sudah diatur. Tidak ada lagi pergerakan yang sporadis. Relawan kita arahkan ke titik-titik yang memang membutuhkan penebalan personel untuk penanganan kebencanaan,” jelasnya.

Dalam penanganan banjir kali ini, BPBD Kota Tangerang berkolaborasi dengan berbagai unsur, di antaranya PMI, Baznas, Saka Patriot, relawan gabungan, serta organisasi kemanusiaan seperti Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).

Salah satu relawan Yan Evries Sekretaris Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kota Tangerang, mengungkapkan bahwa pihaknya selalu melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan BPBD sebelum bergerak ke lapangan.

“Kami dari MDMC Kota Tangerang selalu koordinasi dulu ke BPBD, lalu diarahkan ke titik-titik yang membutuhkan personel. Lokasi yang kami tangani di antaranya Periuk Damai, Larangan, Ciledug Indah, Cipondoh, dan Periuk,” katanya.

“Kami sepakat bergerak dalam satu komando BPBD. Ini hasil belajar dari bencana sebelumnya supaya tidak terjadi penumpukan personel. Dengan sistem satu komando, semua pergerakan teratur dan penanganan jadi lebih maksimal,” tambahnya.