Petugas gabungan dari Tramtib Kecamatan Ciledug dan Polsek Ciledug bergerak cepat melakukan aksi penyelamatan di tengah kepungan banjir yang merendam Perumahan Puri Kartika Baru, Kelurahan Tajur, Kota Tangerang, Jumat (23/01/26).
Aksi evakuasi ini diprioritaskan bagi kelompok rentan, termasuk empat balita dan seorang lansia yang dalam kondisi sakit. Luapan Kali Angke yang terjadi sejak Jumat dini hari menyebabkan ratusan rumah terendam dengan ketinggian air mencapai 140 sentimeter.
Dengan berjalan kaki menyusuri arus banjir yang cukup dalam, petugas menarik perahu karet menuju RW 09, titik terdampak paling parah. Di lokasi tersebut, petugas menjemput balita yang sebelumnya terjebak di lantai dua rumah mereka.
Keputusan warga untuk mengungsi diambil setelah kondisi di dalam rumah tidak lagi kondusif. "Warga awalnya bertahan di lantai dua, namun karena aliran listrik dipadamkan dan balita membutuhkan air panas serta kebutuhan lainnya, mereka akhirnya memilih untuk dievakuasi ke pengungsian," ujar Kasi Tramtib Kecamatan Ciledug, Agung Wibawa.
Selain balita, petugas juga mengevakuasi seorang warga lansia yang harus segera mendapatkan penanganan medis. Lansia tersebut diketahui membutuhkan tindakan cuci darah rutin, sehingga petugas langsung membawanya menuju Puskesmas terdekat menggunakan ambulans setelah berhasil dikeluarkan dari area banjir.
Sebanyak 620 jiwa kini telah mengungsi di Aula Kelurahan Tajur Kecamatan Ciledug. Agung Wibawa mengonfirmasi bahwa seluruh kebutuhan dasar pengungsi mulai dari makanan, logistik, hingga layanan kesehatan telah disiagakan di titik pengungsian.
"Ketinggian air saat ini masih bertahan di angka 140 sentimeter. Kami mengevakuasi empat bayi dan balita, serta satu orang tua yang sakit untuk cuci darah. Saat ini sudah ada 620 warga yang mengungsi di aula kelurahan," jelas Agung saat ditemui di lokasi kejadian.
Meski mayoritas warga telah mengungsi, masih ada sebagian masyarakat yang memilih bertahan di lantai dua rumah mereka dengan alasan menjaga harta benda. Menanggapi hal ini, petugas gabungan terus melakukan patroli rutin menggunakan perahu karet.
"Selain untuk memantau keamanan wilayah yang ditinggalkan penghuninya, patroli bertujuan mendistribusikan bantuan logistik dan makanan bagi warga yang masih bertahan," pungkasnya.
Petugas mengimbau warga untuk segera melapor jika debit air terus naik atau jika membutuhkan bantuan darurat medis.