Selasa, 20 Januari 2026
Tangerang, oC

DP3AP2KB Kota Tangerang Siapkan SDM Unggul untuk Sekolah Lansia Tangguh 2026

Selasa, 20 Januari 2026 17:57 WIB
157
Share
Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang Tihar Sopian (tengah) membuka kegiatan Training Of Trainer (TOT) yang diikuti Pengelola Sekolah Lansia di Bina Keluarga Lansia (SL-BKL), di ruang Rapat DP3AP2KB Puspem Kota Tangerang, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Provinsi Banten (Sumber : Dinas Kominfo Kota Tangerang) (IMAM DWI SAPUTRA)

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang menggelar kegiatan Training of Trainer (TOT) bagi Pengelola Sekolah Lansia (SL-BKL). Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari kedepan, mulai 20 hingga 22 Januari 2026, bertempat di Ruang Rapat DP3AP2KB Kota Tangerang.

Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang Tihar Sopian menekankan, pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengelola fenomena penuaan penduduk (aging population). Ia menyatakan bahwa Sekolah Lansia bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan instrumen pembangunan kota.

"Melalui pembentukan Sekolah Lansia (SL-BKL), tentunya dengan dukungan multiple helix, kita dapat mewujudkan lansia tangguh yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif dan Bermartabat). Dengan begitu, pertumbuhan jumlah penduduk lansia tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan menjadi potensi luar biasa untuk Pembangunan Kota Tangerang," tegasnya.

Menurutnya, TOT ini didesain secara intensif untuk membekali para pengelola dengan kurikulum 7 Dimensi Lansia Tangguh (Spiritual, Fisik, Emosional, Intelektual, Sosial, Profesional Vokasional, dan Lingkungan). Fokus utama pelatihan tidak hanya pada aspek edukasi bagi lansia, tetapi juga pada penguatan dukungan keluarga.

"Tujuan kegiatan TOT hari ini, selain pengembangan dan peningkatan kualitas SDM pengelola sekolah lansia, juga bertujuan memberikan pemahaman dalam memberikan pelayanan terbaik bagi lansia dan keluarga lansia. Kami ingin meningkatkan pembinaan ketahanan keluarga lansia secara menyeluruh," sambungnya.

Ia menambahkan, melalui pendidikan non-formal yang diberikan oleh para kader yang telah terlatih, lansia di Kota Tangerang diharapkan mampu menjaga kesehatan fisik dan mental secara mandiri.

"Kita ingin lansia di Kota Tangerang tetap berdaya. Dengan pemahaman yang baik mengenai kesehatan fisik dan mental, mereka bisa menjalani masa tua dengan bahagia dan tetap produktif di lingkungannya masing-masing," pungkasnya.

Dengan pelaksanaan TOT ini, Pemkot Tangerang optimis bahwa Sekolah Lansia Tangguh akan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan masyarakat yang inklusif dan ramah lansia di masa depan.